Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nusantara Infrastructure (META) Klaim Laba Bersih Tumbuh Rp101 Miliar

GM Corporate Affairs Nusantara Infrastructure Deden Rochmawaty menjelaskan pencapaian pada 2019 ditopang oleh berbagai faktor seperti pengembangan bisnis, serta optimalisasi pengelolaan keuangan yang baik.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 21 April 2020  |  18:57 WIB
Jalan Tol Seksi Empat, Makassar, salah satu jalan tol yang dikelola PT JTSE, anak usaha PT Nusantara Infrastructure. - nusantarainfrastructure.com
Jalan Tol Seksi Empat, Makassar, salah satu jalan tol yang dikelola PT JTSE, anak usaha PT Nusantara Infrastructure. - nusantarainfrastructure.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk. menyatakan meski laba bersih menurun pada tahun lalu, secara kinerja operasional perseroan mencatatkan profitabilitas yang lebih baik.

GM Corporate Affairs Nusantara Infrastructure Deden Rochmawaty menjelaskan pencapaian pada 2019 ditopang oleh berbagai faktor seperti pengembangan bisnis, serta optimalisasi pengelolaan keuangan yang baik.

“Manajemen meyakini bahwa infrastruktur merupakan sektor bisnis yang bersifat long term investment, atau sektor bisnis yang membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (21/4/2020).

Dia menjelaskan perolehan laba bersih tahun lalu menurun 5,4 persen menjadi Rp205,36 miliar. Menurutnya, hal ini bukan disebabkan oleh penurunan kinerja perseroan, melainkan tidak adanya tambahan laba seperti yang didapatkan pada 2018.

Pada 2 tahun lalu perseroan mendivestasikan anak usahanya sehingga perolahan laba 2018 cukup tinggi. Jika perhitungan laba dari divestasi itu tidak dihitungkan terhadap laba bersih, emiten berkode saham META ini mengalami kenaikan laba sebesar Rp101,28 miliar dari 2018.

Hal ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, termasuk pendapatan konstruksi, yang mencapai 101,01 persen menjadi Rp1,57 triliun pada 2019.

Pendorong pertumbuhan tersebut antara lain, peningkatan pendapatan konstruksi atas progres pembangunan Tol Layang A.P. Pettarani di Makassar yang lebih tinggi dari 2018. Selain itu, ada pula kenaikan volume penjualan energi melalui perusahaan anak PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari (RPSL).

Sementara itu, realisasi pendapatan usaha dan penjualan perusahaan pada 2019, tidak termasuk pendapatan konstruksi mencapai Rp630,17 miliar. Perolehan ini didukung oleh pendapatan sektor jalan tol yang mencapai Rp415,90 miliar, sektor energi terbarukan sebesar Rp141,21 miliar, dan sektor air bersih sebesar Rp73,06 miliar.

Deden menyatakan bahwa perseroan akan berupaya menyelesaikan sejumlah proyek kontruksi di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan proyek dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol keselamatan dan kesehatan kerja seluruh pihak.

Di sektor tol, melalui PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), pembangunan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani yang dimulai sejak April 2018 diperkirakan akan selesai tepat waktu. Beroperasinya tol ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan BMN hingga 135 persen.

Di sektor energi, anak usaha META, PT Inpola Meka Energi (IME) juga akan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) di Desa Lau Gunung, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatra Utara dengan total kapasitas terpasang sebesar 15 MW.

Saat beroperasi, PLTMH Lau Gunung akan melayani kurang lebih 10.000 rumah tangga di 2 wilayah Kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Melalui pembangunan dan pengoperasian proyek PLTMH ini, IME akan memberikan kontribusi kenaikan pendapatan sebesar 50 persen terhadap PT Energi Infranusantara (EI).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten konstruksi Kinerja Emiten nusantara infrastructure
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top