Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Shanghai Error, Otoritas Selidiki Penyebabnya

Bursa efek Shanghai (Shanghai Stock Exchange/SSE) dilaporkan sedang mengalami error dalam salah satu indeks sahamnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 April 2020  |  11:15 WIB
Bursa Shanghai Composite Index - Reuters
Bursa Shanghai Composite Index - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa efek Shanghai (Shanghai Stock Exchange/SSE) dilaporkan sedang mengalami error dalam salah satu indeks sahamnya.

Otoritas SSE saat ini dikabarkan tengah menyelidiki error pergerakan harga dalam indeks saham perawatan kesehatan yang otomatis berdampak pada pergerakan indeks saham secara keseluruhan.

Menurut data yang dihimpun Bloomberg dan dikonfirmasi oleh Shanghai Stock Exchange, pergerakan harga menunjukkan CSI 300 Health Care Index turun sebanyak 17 persen pada pembukaan perdagangan Senin (20/4/2020).

Padahal, tidak satu pun dari 29 harga saham dalam kelompok industri tersebut turun lebih dari 2 persen.

Imbasnya, indeks CSI 300, yang terdiri dari saham-saham terdaftar di Shanghai dan Shenzhen, pun anjlok 2,4 persen pukul 10.26 pagi waktu setempat.

Seorang karyawan di bagian hubungan media mengungkapkan bahwa otoritas bursa telah menyadari permasalahan ini dan sedang mencermati pergerakan harganya.

“Saya belum pernah melihat hal seperti ini sepanjang karier saya,” ujar Lu Boliang, seorang fund manager di Shenzhen Qianhai Daoyi Investment Holdings Co., seperti dilansir dari Bloomberg.

“Ini benar-benar kesalahan yang buruk, terutama karena hal itu berdampak pada berbagai perdagangan ETF - apa yang akan terjadi pada perdagangan yang ditempatkan dengan harga-harga yang menyesatkan? Tidak ada yang tahu karena itu tidak pernah terjadi sebelumnya,” sambungnya.

Sedikitnya 20 exchange-traded fund (ETF) melacak pergerakan indeks CSI 300, menurut data Bloomberg. Sebagian besar di antaranya terdaftar di Hong Kong, China daratan, Taiwan, dan Korea Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

shanghai bursa saham bursa china

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top