Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-gara Covid-19, Moody's Turunkan Peringkat Utang Modernland (MDLN)

Penyebaran virus corona turut membuat permintaan terhadap properti dan lahan industri menurun sehingga melemahkan profil kredit Moderland.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 09 April 2020  |  05:30 WIB
Presdir PT Modernland Realty Tbk William Honoris (dari kiri) bersama Presiden Komisaris Luntungan Honoris, VP Director LH. Freddy Chan, dan Dirut PT Waskita Karya Realty Tukijo bertukar naskah kerja sama pengembangan toll road city, di Jakarta, Rabu (7/3/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Presdir PT Modernland Realty Tbk William Honoris (dari kiri) bersama Presiden Komisaris Luntungan Honoris, VP Director LH. Freddy Chan, dan Dirut PT Waskita Karya Realty Tukijo bertukar naskah kerja sama pengembangan toll road city, di Jakarta, Rabu (7/3/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service menurunkan peringkat surat utang PT Modernland Realty Tbk. (MDL) menjadi B3 dari sebelumnya B2. Prospek surat utang juga diubah menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Berdasarkan laporan Moody's yang dikutip Bisnis.com, Kamis (9/4/2020), peringkat surat utang B2 berlaku untuk surat utang yang diterbitkan oleh JGC Ventures Pte Ltd dan Moderland Overseas Pte Ltd. Keduanya merupakan anak usaha Modernland Realty.

Penurunan peringkat dan outlook tak lepas dari dampak penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia. Pandemi Covid-19 membuat permintaan perumahan maupun lahan industri menurun. 

"Pertumbuhan ekonomi yang melambat juga akan melemahkan pendapatan Modernland dan matrik kredit ke level yang tidak sejalan dengan peringkat B2," jelas Vice President and Senior Credit Officer Moody's  Jacinta Poh.

Poh menambahkan, outlook negatif juga mencerminkan peningkatan risiko pembayaran utang Modernland. Emiten bersandi saham MDLN itu disebut akan bergantung pada pendanaan eksternal untuk melunasi utang jatuh tempo 2021 di tengah kondisi yang menantang untuk menggalang dana.

Berdasarkan asumsi Moody's, Modernland diperkirakan akan meraup pendapatan prapenjualan sekitar Rp2,5 triliun pada 2020. Kendati demikian, matrik kredit akan tetap lemah dengan nisbah EBITDA berbanding utang sekitar 6,5 kali dan nisbah pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT) berbanding biaya bunga di bawah 2 kali.

Per September 2019, MDLN memiliki kas dan setara kas senilai Rp339 miliar. Moody's memperkiraan dalam periode Oktober 2019-September 2021, MDLN akan meraup kas dari operasional sekitar Rp1 triliun. Jumlah tersebut tidak cukup untuk melunasi surat utang sebesar US$150 juta pada 2021.

Secara khusus,  pelemahan yang diperkirakan terjadi pada profil kredit Modernland dan eksposurnya ke Indonesia telah membuat perusahaan ini rentan terhadap perubahan sentimen pasar. Hal ini terjadi dalam kondisi operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan perusahaan tetap rentan terhadap wabah yang terus menyebar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi properti moody's moderland realty
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top