Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dilego Investor Asing, Masih Menarik Kah Saham Bank Dikoleksi?

Saham-saham perbankan Indonesia dinilai masih menawarkan valuasi menarik.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  08:57 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone memotret papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Seni (16/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone memotret papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Seni (16/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com,JAKARTA — Tiga saham perbankan memimpin nilai net sell atau jual bersih periode berjalan 2020 hingga akhir perdagangan, Jumat (20/3/2020).

Masihkah saham di sektor layak dikoleksi investor?

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menduduki tiga posisi teratas untuk posisi net sell investor asing periode berjalan 2020.

Saham BBCA telah dilego investor asing senilai Rp4,6 triliun hingga sesi penutupan, Jumat (20/3/2020). Pergerakan telah terkoreksi Rp9.750 atau 29,17 persen ke level Rp23.675 untuk periode berjalan 2020.

Selanjutnya, saham BBNI juga mencetak net sell investor asing senilai Rp2,0 triliun untuk periode berjalan 2020. Laju emiten perbankan pelat merah itu telah turun 53,63 persen atau Rp4.210 ke level Rp3.640 sampai penutupan perdagangan, Jumat (20/3/2020).

BBRI juga menjadi sasaran aksi jual investor asing. Emiten berkapitalisasi Rp346,60 triliun itu mencetak net sell dari investor asing senilai Rp1,2 triliun hingga sesi akhir pekan lalu.

Dalam riset terbarunya, Senin (23/3/2020), Tim Analis Kresna Sekuritas Robertus Hardy, Isabella, dan Eriza Putri memberikan rekomendasi overweight untuk sektor perbankan. Saham-saham perbankan Indonesia dinilai masih menawarkan valuasi menarik.

“[Valuasi menarik] setelah kami sesuaikan untuk pertumbuhan kredit yang lebih rendah dan cadangan kerugian penurunan nilai [CKPN] yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya,” tulis Tim Analis Kresna Sekuritas.

Lebih lanjut, Tim Analis Kresna Sekuritas menuliskan saham-saham bank besar Indonesia seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI masih menawarkan valuasi menarik. Hal itu bahkan setelah dilakukan penyesuaian tingkat pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih rendah dan dan rasio CKPN yang lebih tinggi.

Dari empat bank besar itu, Kresna Sekuritas menjadikan saham BBRI dan BMRI sebagai top picks. Pilihan itu dengan mempertimbangkan potensi return dan dividend yield yang lebih tinggi dibandingkan dengan emiten lainya.

“[BBRI dan BBNI] saat ini diperdagangkan di 6,3 persen dan 8,2 persen dari potensi proyeksi dividend yield 2021 bahkan setelah dilakukan penyesuaian earnings per share proyeksi pertumbuhan 2020 menjadi masing-masing hanya 4,2 persen dan 3,9 persen secara tahun dari sebelumnya 8,4 persen dan 7,7 persen,” papar Tim Analis Kresna Sekuritas.

Tim Analis Kresna Sekuritas menyebut beberapa ahli berpendapat bahwa dampak ekonomi dari krisis saat ini akan lebih panjang. Oleh karena itu, apabila harus membuat keputusan investasi saat ini, saham perbankan dinilai berada di bagian atas daftar rekomendasi sejalan dengan kemampuan pemulihan yang lebih cepat.

Kendati demikian, terdapat risiko investasi yang digarisbawahi oleh Kresna Sekuritas. Pertama, pertumbuhan penyeluran kredit yang lebih rendah dari perkiraan.

Kedua, rasio CKPN yang lebih tinggi dari perkiraan. Ketiga, pertumbuhan EPS yang lebih rendah dari ekspektasi.

Kresna Sekuritas merekomendasikan buy BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA dengan target harga masing-masing Rp3.510, Rp5.650, Rp4.310, dan Rp28.050.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham saham perbankan
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top