Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PENGEMBANGAN EBT: Sentimen Penyebaran Covid-19 Hambat Operasional

Direktur Utama PT Radiant Utama Interinsco Tbk. (RUIS) Sofwan Farisyi mengatakan bahwa pembangunan PLT EBT di salah satu perusahaan afiliasinya, yaitu PLT Geothermal DI sumatera dengan kapasitas 200 megawatt (MW) terhambat akibat sentimen penyebaran corona.
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)/Antara
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)/Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan (PLT EBT) yang dikerjakan oleh beberapa emiten terhambat seiring dengan semakin masifnya penyebaran virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama PT Radiant Utama Interinsco Tbk. (RUIS) Sofwan Farisyi mengatakan bahwa pembangunan PLT EBT di salah satu perusahaan afiliasinya, yaitu PLT Geothermal DI sumatera dengan kapasitas 200 megawatt (MW) terhambat akibat sentimen penyebaran corona.

“Importasi peralatan utama yang sebagian besar berasal dari negara terdampak virus seperti China menjadi lebih sulit, sehingga menghambat proyek,” ujar Sofwan kepada Bisnis.com.

Adapun, hingga saat ini proyek tersebut tengah menyelesaikan pembangunan tahap keduanya dan telah mencapai 25 persen.

Kendati proses pembangunan terhambat, emiten berkode saham RUIS itu tetap berencana untuk membangun beberapa PLT berbasis EBT. Perseroan mengaku tengah melakukan kajian baik secara internal maupun dengan mitra kerja dan calon klien.

Namun, jenis PLT EBT yang akan dibangun, lokasi, pembagian lingkup kerja antar mitra, perhitungan kelayakan proyek, dan nilai investasi belum dijelaskan lebih lanjut oleh perseroan.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Terregra Asia Energy Christin Soewito mengatakan bahwa sentimen penyebaran virus corona semakin mempersulit perseroan untuk mencari sumber pendanaan alternatif terhadap proyek PLT EBT.

“Kesulitan mencari sumber pembiayaan sebenarnya sudah terjadi dari tahun lalu, tetapi dengan adanya sentimen penyebaran virus corona ini akan menjadi semakin sulit karena banyak perusahaan menahan investasi seiring dengan prospek perlambatan ekonomi global,” ujar Christin.

Adapun, proyek PLT EBT perseroan yang telah masuk ke dalam tahap konstruksi adalah mini hidro atau PLTMH berkapasitas 10 MW di Sumatera. Hingga saat ini, progres pembangunan proyek tersebut baru mencapai 20 persen.

Christin mengaku proyek yang sebelumnya ditargetkan rampung pada awal 2021 tersebut terpaksa mundur hingga 6 bulan pengerjaan akibat sentimen penyebaran virus corona tersebut sehingga target penyelesaian proyek berubah menjadi akhir 2021.

Terhambatnya arus logistik dan transportasi barang masuk juga menjadi alasan mundurnya target penyelesaian proyek oleh emiten berkode TGRA tersebut.


BERHARAP PERMEN BARU

Di sisi lain, revisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 4 Tahun 2020 menjadi harapan perseroan mendapatkan alternatif sumber pendanaan lain di tengah sentimen corona.

Beleid itu merupakan perubahan kedua atas Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Dalam permen ini, terdapat sejumlah perubahan yang cukup fundamental. Adapun perubahan itu terkait proses pembelian melalui penunjukan langsung diijinkan. Lalu digantinya ketentuan skema Built, Own, Operate and Transfer (BOOT) menjadi Built, Own and Operate (BOO).

Christin mengatakan bahwa perubahan tersebut akan membukakan pintu semakin lebar terhadap pembiayaan dari luar negeri terhadap proyek-proyek EBT dalam negeri.

“Dalam skema sebelumnya, investor luar negeri itu cukup banyak yang tidak mau memberikan pembiayaan sehingga perseroaan harus menyediakan ekuitas internal yang cukup banyak, sedangkan pembangunan proyek EBT itu sangat mahal,” papar Christin.

Dengan demikian, akan semakin banyak perusahaan semakin ekspansif untuk membangun PLT berbasis EBT di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper