Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Providen Agro (PALM) Cetak Rugi Rp70,72 Miliar

Providen Agro (Palm) merupakan usaha patungan bidang perkebunan yang dikendalikan oleh Grup Providen dan Grup Saratoga yang juga dimiliki Sandiaga Uno.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  11:58 WIB
ilustrasi - Seorang pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di dalam sebuah pabrik minyak sawit di Sepang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia.  -  REUTERS / Samsul Said
ilustrasi - Seorang pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di dalam sebuah pabrik minyak sawit di Sepang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia. - REUTERS / Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - PT Provident Agro Tbk. (PALM) membukukan penurunan pendapatan hingga 62,12 persen sepanjang tahun lalu atau dari Rp446,64 miliar pada 2018 menjadi Rp189,15 miliar tahun lalu.   

Dengan capaian ini laba kotor perusahaan anjlok dari Rp114,12 miliar menjadi Rp42,23 miliar.

Dengan memperhitungkan beban pajak, maka rugi tahun berjalan perusahaan patungan antara Grup Saratoga dan Provident Capital itu menjadi Rp70,72 miliar. Dari sebelumnya rugi Rp111,49 miliar atau penurunan rugi sebesar 36,56 persen.

Adapun rugi bersih per saham yang ditanggung pemilik yakni Rp9,99 turun dari posisi tahun sebelumnya Rp15,69.

Sementara itu, total aset perseroan tercatat sebesar Rp2,33 triliun. Aset lancar PALM mencapai Rp95,03 miliar sedangkan aset tidak lancar senilai Rp2,23 triliun.

Di sisi kewajiban, total liabilitas PALM mencapai Rp262,89 miliar. Rinciannya untuk jangka pendek mencapai Rp99,84 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang sebesar Rp163,05 miliar.

Anak usaha dari grup yang dimiliki Sandiaga Uno ini pun mengumumkan bakal membeli kembali saham publik atau buyback sebanyak 110 juta saham. Jumlah itu setara dengan 1,55 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Berdasarkan prospektus yang diterbitkan PALM, dana yang dipersiapkan untuk mendanai aksi tersebut mencapai Rp28,93 miliar.

Aksi buyback ini disebutkan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan kinerja saham perseroan. Selain itu, PALM juga berupaya untuk meningkatkan fleksibilitas dalam mengelola modal yang lebih efisien.

PALM akan melakukan buyback mulai 13 maret 2020 sampai dengan 12 April 2021. Perseroan menunjuk PT Indo Premier Sekuritas untuk melakukan proses pembelian.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Kinerja Emiten saratoga
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top