Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Kospi Korea Selatan Tersungkur Hampir 3 Persen

Bursa Korea Selatan terjungkal ke zona merah bahkan anjlok hampir 3 persen, seiring dengan tumbuhnya skeptisisme tentang rencana stimulus Amerika Serikat untuk melawan wabah penyakit virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  16:41 WIB
Indeks Kospi Korea Selatan Tersungkur Hampir 3 Persen
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Korea Selatan terjungkal ke zona merah bahkan anjlok hampir 3 persen, seiring dengan tumbuhnya skeptisisme tentang rencana stimulus Amerika Serikat untuk melawan wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Kospi ditutup di level 1.908,27 dengan penurunan tajam 2,78 persen atau 54,66 poin pada perdagangan Rabu (11/3/2020) dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Padahal, pada Selasa (10/3/2020), Kospi mampu berakhir di posisi 1.962,93 dengan kenaikan 0,42 persen atau 8,16 poin setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memangkas pajak penghasilan dan meluncurkan paket kebijakan bagi industri-industri yang terdampak virus corona.

Meski demikian, Trump tidak tampak dalam briefing yang dijadwalkan setelah sehari sebelumnya berjanji akan mengumumkan paket stimulus "utama".

Sementara itu, kasus infeksi virus corona di AS telah menanjak melampaui angka 1.000 dan total angka kematian telah meningkat menjadi lebih dari 4.000 korban jiwa di seluruh dunia.

Menurut para analis, banyak investor melepaskan saham-saham lokal di tengah sentimen aksi penghindaran risiko dan kekhawatiran tentang kemungkinan resesi yang disebabkan oleh wabah virus corona berkepanjangan.

“Virus corona menyebar cepat di Eropa dan Amerika Serikat, menambah tingkat kepanikan baru di pasar keuangan,” tutur Analis Mirae Asset Daewoo, Park Hee-cheol, dikutip dari Yonhap News.

“Selain itu, investor tampaknya memiliki keraguan tentang apakah pemotongan pajak oleh pemerintah AS dan langkah-langkah stimulus lainnya dapat disetujui Kongres karena oposisi dari Partai Demokrat,” jelasnya.

Dari 792 saham yang diperdagangkan pada Selasa, sebanyak 68 saham menguat, 692 saham melemah, dan 32 saham lainnya stagnan.

Saham raksasa teknologi Korsel Samsung Electronics Co. Ltd. menjadi penekan utama Kospi dengan ditutup merosot 2.500 poin atau 4,58 persen ke level 52.100 won. Adapun saham Heung-A Shipping Co. Ltd. yang terjerembap 29,92 persen mencatat penurunan terdalam.

Bersama Kospi, nilai tukar won terdepresiasi tipis 0,84 poin atau 0,07 persen ke level 1.193,99 per dolar AS, setelah berakhir di posisi 1.193,15 dengan penguatan 0,94 persen pada Selasa (10/3/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks kospi Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top