Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Resah, Bursa Saham Jepang Turun Tajam

Bursa Jepang turun tajam pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2020), di tengah volatilitas pasar yang didorong reaksi investor seputar perkembangan wabah penyakit virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  16:37 WIB
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Jepang turun tajam pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2020), di tengah volatilitas pasar yang didorong reaksi investor seputar perkembangan wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix berakhir di level 1.385,12 dengan kemerosotan 1,53 persen atau 21,56 poin dari level 1.406,68 pada perdagangan Selasa (10/3/2020) yang mampu menguat 1,28 persen.

Sebanyak 390 saham menguat, 1.714 saham melemah, dan 52 saham stagnan dari 2.156 saham yang diperdagangkan pada Topix pada Rabu.

Saham Sony Corp. dan SoftBank Group Corp. yang turun 4,27 persen dan 3,62 persen masing-masing menjadi penekan utamanya.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 ditutup di level 19.416,06 dengan penurunan tajam 2,27 persen atau 451,06 poin dari level 19.867,12 pada Selasa.

Dari 225 saham yang diperdagangkan pada indeks Nikkei pada Rabu, 44 saham menguat, 174 saham melemah, dan 7 saham stagnan.

Saham Tokyo Electron Ltd. yang melorot 5,49 persen menjadi penekan utama Nikkei, bersama dengan saham Fast Retailing Co. Ltd. yang turun 1,90 persen.

Sebaliknya, nilai tukar yen, aset safe haven yang kerap diburu investor kala dilanda kekhawatiran, menguat 0,62 persen atau 0,65 poin ke level 104,99 yen per dolar AS pada pukul 15.38 WIB, setelah tersungkur lebih dari 3 persen pada Selasa.

Pemerintah AS dikabarkan tengah mempersiapkan langkah-langkah ekonomi, termasuk pemangkasan pajak upah, guna memerangi dampak dari wabah virus corona.

Meski demikian, Presiden Donald Trump tidak tampak dalam briefing yang dijadwalkan setelah sehari sebelumnya berjanji akan mengumumkan paket stimulus "utama".

Sementara itu, kasus infeksi virus corona di AS telah menanjak melampaui angka 1.000 dan total angka kematian telah meningkat menjadi lebih dari 4.000 korban jiwa di seluruh dunia.

“Ada langkah-langkah di luar sana yang bisa berdampak seperti pemangkasan pajak gaji, tetapi pada saat yang sama ada kecemasan seputar apakah hal-hal ini benar-benar akan terwujud,” ujar Masahiro Yamaguchi, analis pasar senior di SMBC Trust Bank, Tokyo, seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa jepang Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top