Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rapor Reksa Dana Februari: Aksi Beli Kembali, AUM Masih Melorot

Pembelian baru investasi reksa dana (subscription) tercatat sebanyak Rp47,99 triliun, sedangkan nilai penarikan investasi reksa dana (redemption) mencapai Rp47,95 triliun. Dengan demikian, terjadi aksi pembelian bersih atau net subscription senilai Rp41,91 miliar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 04 Maret 2020  |  20:26 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana menyusut tipis di sepanjang Februari, seiring dengan pelemahan pasar yang terjadi pada periode tersebut.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih sepanjang 3-28 Februari 2020 tercatat Rp525,27 triliun, turun 2,23 persen dibandingkan NAB Januari yang mencapai Rp537,28 triliun.

Di sisi lain, pembelian baru investasi reksa dana (subscription) tercatat sebanyak Rp47,99 triliun, sedangkan nilai penarikan investasi reksa dana (redemption) mencapai Rp47,95 triliun. Dengan demikian, terjadi aksi pembelian bersih atau net subscription senilai Rp41,91 miliar.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, total nilai pembelian investasi tercatat melambat 14,65 persen secara . Meskipun terjadi net redemption pada Januari, aksi beli mencapai Rp56,23 triliun.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan penurunan yang terjadi terbilang wajar. Pasalnya, kinerja reksa dana secara keseluruhan pasti terseret performa reksa dana saham yang anjlok sepanjang Februari.

“Penurunan lebih karena isi portofolionya turun sih, sama palingan obligasi ada yang jatuh tempo,” katanya kepada Bisnis.com, Rabu (4/3/2020).

Senada, Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Alvin Pattisahusiwa mengatakan saat ini porsi reksa dana cukup besar di antara seluruh jenis reksa dana lainnya, yakni 28 persen sehingga pelemahan IHSG terasa cukup berdampak.

Most likely ini karena adanya market impact di reksa dana saham,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (4/3/2020).

Adapun untuk Mandiri Manajemen Investasi, Alvin mengatakan sepanjang Februari lalu pihaknya membukukan dana kelolaan Rp58,2 triliun. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan Januari yang mencapai Rp45,82 triliun.

Senada, Direktur Utama Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan sepanjang Februari pasar memang kompak turun, baik dari saham maupun obligasi sehingga pasti turut memengaruhi nilai dana kelolaan reksa dana.

“Jadi memang Februari itu dua-duanya turun,” katanya.

Rudiyanto juga menyebut sejauh ini transaksi nasabah Panin AM masih terbilang wajar baik dari sisi subscription maupun redemption. Tidak ada perubahan atau lonjakan yang signifikan.

“Yang biasa subscription ada, yang redeem juga ada, seperti biasa saja,” imbuh dia.

Panin AM sendiri mencatatkan kenaikan AUM dari Rp12,19 triliun di Januari, menjadi Rp12,38 triliun sepanjang Februari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top