Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPIM Bakal Luncurkan 4 Produk ETF Baru

Direktur Indo Premier Investment Management Noviono Darmosusilo mengatakan pada 2020 IPIM menargetkan untuk merilis 3-4 produk ETF lainnya, termasuk ETF untuk alokasi aset.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 04 Maret 2020  |  12:32 WIB
Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna (kanan) menerima cendera mata dari dan Direktur Indo Premier Investment Management Noviono Darmosusilo setelah peluncuran meluncurkan produk reksa dana exchange trade fund (ETF) berbasis indeks MSCI Indonesia Large Cap, Rabu (4 - 3 / 2020). Dhiany Nadya.
Direktur Penilai Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna (kanan) menerima cendera mata dari dan Direktur Indo Premier Investment Management Noviono Darmosusilo setelah peluncuran meluncurkan produk reksa dana exchange trade fund (ETF) berbasis indeks MSCI Indonesia Large Cap, Rabu (4 - 3 / 2020). Dhiany Nadya.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indo Premier Investment Management (IPIM) berencana meluncurkan 3-4 produk reksa dana exchange trade fund (ETF) pada 2020.

Direktur Indo Premier Investment Management Noviono Darmosusilo mengatakan pada 2020 IPIM menargetkan untuk merilis 3-4 produk ETF lainnya, termasuk ETF untuk alokasi aset. Adapun, kontribusi produk ETF terhadap total dana kelolaan IPIM saat ini mencapai 75 persen.

“Kami ada rencana meluncurkan produk ETF baru. Selama ini kontribusi ETF paling besar di IPIM, mencapai 75 persen dana kelolaan,” ujarnya di sela peluncurkan ETF Indeks MSCI Indonesia Large Cap di Bursa Efek Indonesia, Rabu (4/3/2020).

Produk ETF baru tersebut dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan XIML. Adapun, IPIM menggandeng Deutche Bank AG sebagai Bank Kustodian dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai dealer partisipan.

Nono mengatakan peluncuran ETF Indeks MSCI Indonesia Large Cap untuk menambah pilihan investor yang ingin masuk ke broadband indeks.

“Indeks MSCI Indonesia Large Cap ini berisi 15 saham terbesar dan terlikuid yang mewakili tidak kurang dari total 75 persen free float yang menyesuaikan kapitsalisasi pasar dari IHSG,” katanya.

Hingga akhir tahun, Noviono menargetkan dapat meraup dana kelolaan Rp200 miliar hingga Rp300 miliar dari produk ETF baru ini. Dia optimistis target tersebut dapat dicapai karena saat ini minat nasabah terhadap produk ETF saat ini semakin meningkat, terutama yang berasal dari institusi domestik.

Menurutnya ada beberapa keunggulan ETF yang membuatnya dilirik nasabah, yakni performa yang bagus dengan kinerja yang konsisten, isi portofolionya transparan, dan likuiditasnya tinggi.

“Jadi sangat likuid sekali. Kapanpun mau beli, kapanpun mau subscribe, kapanpun mau redeem, itu setiap waktu bisa selama perdagangan bursa. Dan berapapun jumlahnya. Untuk redeem itu tidak ada maksimum colective fund,” terangnya.

IPIM sendiri merupakan manajer investasi pertama yang merilis ETF di Indonesia yakni Premier ETF LQ45 pada 2007 silam. Saat ini IPIM telah memiliki 11 produk ETF yang mengacu pada berbagai indeks mulai dari SRI-KEHATI hingga indeks syariah JII.

Sementara itu, Direktur Penilai Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan adanya produk ETF baru dari IPIM akan dapat melengkapi pilihan investasi yang dibutuhkan oleh investor yang sekarang semakin beragam.

“Selanjutnya, bursa berharap pada masa mendatang PT Indo Premier Investment Management sebagai market leader penerbitan produk ETF dapat menjadi benchmarking atau rederensi bagi manajer investasi lainnya untuk menerbitkan ETF dengan tema yang menarik sehingga dapat memeriahkan pasar ETF di Indonesia,” paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana indo premier investment management
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top