Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 28 Februari: Bursa Global Terguling, Emas Dunia Kok Lesu?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur ke level penutupan terendah dalam hampir 3 tahun terakhir di tengah pelemahan bursa saham global. Harga emas justru gagal memanfaatkan kondisi ini dan turun cukup signifikan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  18:20 WIB
Trader berjalan saat ticker menampilkan harga saham di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Indonesia. - Dimas Ardian / Bloomberg
Trader berjalan saat ticker menampilkan harga saham di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Indonesia. - Dimas Ardian / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur ke level penutupan terendah dalam hampir 3 tahun terakhir di tengah pelemahan bursa saham global. Nilai tukar rupiah semakin lesu terhadap dolar AS.

Di tengah rontoknya daya tarik aset-aset berisiko, harga emas justru gagal memanfaatkan kondisi ini dan turun cukup signifikan.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Jumat (28/2/2020):

IHSG Ditutup di Level Terendah Sejak Maret 2017

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,50 persen atau 82,99 poin ke level 5.452,70, level terendah sejak Maret 2017.

Seluruh 9 sektor menetap di wilayah negatif. Penurunan terbesar dialami oleh sektor aneka industri yang melemah 5,85 persen, disusul sektor perkebunan (-4,21 persen) dan konsumsi (-3,17 persen).

Dari 682 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 89 saham menguat, 330 saham melemah, dan 263 saham stagnan.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing turun 7,14 persen dan 4,55 persen turut menjadi penekan utama pelemahan IHSG hari ini.

'Badai' Virus Corona Sapu Bursa Asia

Ketakutan terhadap dampak wabah virus corona terus menyelimuti pasar saham di Asia dengan hampir seluruh indeks anjlok lebih dari 2 persen pada perdagangan hari ini.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang anjlok 2,31 persen ke level 638,37 pada pukul 14.52 WIB. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup merosot masing-masing 3,65 persen dan 3,67 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 3,55 persen dan 2,49 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 2,49 persen pada pukul 15.02 WIB. Adapun indeks FTSE Straits Time Singapura turun 1,53 persen.

IHSG Anjlok, Ketua OJK: Ada Protokol Emiten Buyback Tanpa RUPS

Penurunan indeks harga saham gabungan atau IHSG menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menyikapi hal ini, protokol telah disiapkan bila tren negatif berlanjut hingga batas tertentu.

“Tenang saja kami sudah punya protokolnya, ya. Kalau sudah melebihi threshold turunnya ya itu ada berapa yang bisa kami lakukan. Kami bisa membolehkan buyback [tanpa melalui RUPS]," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Adapun penurunan indeks secara ekstrem sempat terjadi pada 2008. Kala itu Bursa Efek Indonesia melakukan pemberhentian sementara perdagangan karena indeks turun tajam, mencapai 10,38 persen.

Rupiah Makin Tertekan

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 293 poin atau 2,09 persen di level Rp14.318 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau terkoreksi 0,301 poin atau 0,31 persen ke level 98,207 pada pukul 15.54 WIB.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah mengalami penurunan atau kontraksi akibat meluasnya wabah virus Corona (Covid-19).

Meski demikian, dia menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak terlalu dalam dibandingkan negara lain di kawasan Asia.

"Memang nilai tukar rupiah mengalami pelemahan [ytd] hingga 27 Februari sebesar 1,08 persen dan sekarang perdagangkan di kisaran Rp14.000 per dolar Amerika. Pelemahan rupiah relatif lebih rendah dibandingkan negara lain," ujarnya di kompleks Bank Indonesia.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak April 2020 melorot 14,60 poin atau 0,89 persen ke level US$1.627,90 per troy ounce pukul 17.05 WIB, menuju koreksi hari keempat berturut-turut sejak perdagangan 25 Februari.

Dilansir Bloomberg, rally yang dialami harga emas pada Februari luntur pekan ini kendati aksi jual pasar terus menekan pasar ekuitas global akibat krisis virus corona (Covid-19).

Menurut Standard Chartered Bank, penurunan harga emas kemungkinan disebabkan oleh investor yang menjual logam mulia itu untuk menutup margin dan mengambil untung.

Tetap saja, terlepas dari aksi profit taking jangka pendek, harga emas tetap berpotensi naik di tengah ekspektasi bahwa bank sentral AS Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini.

“Kita mungkin melihat sedikit aksi jual, jadi mungkin ada tingkat entri yang lebih baik. Namun di luar itu, kami pikir bahwa risiko kenaikan masih bertahan untuk emas,” ujar Analis Standard Chartered Suki Cooper.

Sebaliknya, di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik Rp3.000 ke level Rp816.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas ikut bertambah Rp3.000 menjadi Rp738.000 per gram dari Kamis (27/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top