Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Ditutup di Level Terendah Sejak Maret 2017

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,50 persen atau 82,99 poin ke level 5.452,70, level terendah sejak Maret 2017.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  16:52 WIB
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - Dimas Ardian / Bloomberg
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - Dimas Ardian / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – IHSG terus terperosok ke level terendah dalam hampir 3 tahun terakhir pada perdagangan hari ini, Jumat (28/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,50 persen atau 82,99 poin ke level 5.452,70, level terendah sejak Maret 2017.

Pada perdagangan Kamis (27/2/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya di level 5.535,69 dengan kemerosotan 2,69 persen atau 153,23 poin, penurunan hari kelima berturut-turut sejak perdagangan 21 Februari.

Pelemahan indeks mulai berlanjut setelah pada awal perdagangan IHSG dibuka terkoreksi 1,8 persen atau 99,52 poin menjadi 5.436,17. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 5.288,37-5.456,28.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Seluruh 9 sektor menetap di wilayah negatif. Penurunan terbesar dialami oleh sektor aneka industri yang melemah 5,85 persen, disusul sektor perkebunan (-4,21 persen) dan konsumsi (-3,17 persen).

Dari 682 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 89 saham menguat, 330 saham melemah, dan 263 saham stagnan.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing turun 7,14 persen dan 4,55 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG hari ini.

Direktur Ciptadana Sekuritas Asia John Teja menyampaikan pelemahan bursa saham global turut menekan sentimen IHSG. Investor mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global akibat penyebaran corona.

“Seluruh sektor pun terkena di IHSG. Bahkan sektor defensif seperti konsumsi juga ikut tertekan,” paparnya, dikutip dari Bloomberg, Jumat (28/2/2020).

Head of Research MNC Sekuritas Thendra Crisnanda menyampaikan dengan tidak adanya kasus corona dan ekonomi Indonesia yang bergantung ke pasar domestik, seharusnya pasar saham dalam negeri kembali meningkat.

“Indeks harusnya mencapai dasarnya pada Februari dan Maret. Dampak virus di Indonesia tidak signifikan dan ekonomi domestik masih kuat,” imbuhnya.

Di sisi lain, saat ini adalah momentum tepat melakukan aksi beli karena valuasi saham yang rendah dan menyambut musim pembagian dividen.

Di negara lainnya di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup merosot masing-masing 3,65 persen dan 3,67 persen, sedangkan indeks Kospi ditutup melemah 3,30 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 3,55 persen dan 2,49 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 2,42 persen. 

 

Saham-saham penekan IHSG:

KodePenurunan (persen)
ASII-7,14
UNVR-4,55
SMMA-6,90
GGRM-4,09

Saham-saham pendorong IHSG:

KodeKenaikan (persen)
BBRI+1,45
MEGA+18,52
DNET+9,38
TPIA+2,24

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : M. Taufikul Basari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top