Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aksi Jual Saham oleh Asing Diprediksi Terus Berlanjut

Investor asing cemas terhadap prospek perekonomian global seiring penyebaran wabah virus corona yang meluas ke luar China.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  18:44 WIB
Pengunjung melintas didekat papan elektronik yang menampilkan pergerkan Indeks Harga Saham Gabngan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/2/2020) Binsis - AbdurachmanAbdurachman
Pengunjung melintas didekat papan elektronik yang menampilkan pergerkan Indeks Harga Saham Gabngan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/2/2020) Binsis - AbdurachmanAbdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kebimbangan dan kekhawatiran investor asing terhadap prospek ekonomi global dinilai menjadi pemicu aksi jual bersih di pasar modal dalam negeri. Aksi jual bersih atau net sell diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, investor asing getol melakukan aksi jual karena khawatir terhadap prospek perekonomian global seiring penyebaran wabah virus corona yang makin meluas.

Investor asing, lanjut Hendriko berpandangan bahwa virus corona berpotensi memperlambat perekonomian China. Sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia, mitra dagang China dikhawatirkan turut terkena imbas.

Menurut Hendriko, kepanikan tersebut juga ditambah dengan keputusan Amerika Serikat mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang. Kebijakan ini semakin menambah kebimbangan investor untuk menanamkan dananya di Indonesia. 

"Sentimen-sentimen tersebut akhirnya membuat para investor melakukan rebalancing portofolio ke aset yang sifatnya defensif atau membawa dananya keluar," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (26/2/2020).

Hendriko memperkirakan, aksi jual  oleh investor asing berpotensi terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya, hingga saat ini wabah virus corona kian meluas ke negara-negara seperti Italia dan Korea Selatan dan tanda-tanda penyelesaiannya belum terlihat.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Rabu (26/2/2020) net sell kembali terjadi hari kelima berturut-turut. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sampai Rp1,75 triliun. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,70 persen ke level 5.688. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top