Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wall Street Cetak Rekor, Dolar AS Menguat

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) mencetak rekor level tertinggi pada akhir perdagangan Rabu (19/2/2020), didorong ekspektasi kebijakan lebih lanjut oleh pemerintah China untuk menopang perekonomiannya yang terdampak virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  06:34 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) mencetak rekor level tertinggi pada akhir perdagangan Rabu (19/2/2020), didorong ekspektasi kebijakan lebih lanjut oleh pemerintah China untuk menopang perekonomiannya yang terdampak virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 berakhir naik 0,47 persen ke level 3.386,15, indeks Dow Jones Industrial Average menanjak 0,40 persen ke posisi 29.348,03, dan indeks Nasdaq Composite ditutup menguat 0,87 persen di level 9.817,18.

Sementara itu, dolar AS membukukan kenaikan terkuatnya sejak Oktober 2019 setelah data mengenai perumahan dan izin bangunan melampaui estimasi para analis.

Penguatan saham produsen chip dan bank mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ke rekor tertinggi setelah Bloomberg News melaporkan soal langkah terbaru China untuk membantu pertumbuhan termasuk kemungkinan bail-out untuk industri yang terpukul keras dampak wabah virus corona, seperti industri penerbangan.

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China kemudian mengatakan pemerintah akan menghubungkan pabrik-pabrik dengan perusahaan teknologi untuk mengidentifikasi mata rantai yang lemah dalam rantai pasokan mereka.

Bantuan tersebut adalah satu dari beberapa langkah yang telah diambil oleh pemerintah China dan otoritas setempat untuk membatasi dampak ekonomi dari virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 75.000 orang hingga kini.

Pada umumnya, investor relatif tetap percaya diri dalam kemampuan para pembuat kebijakan untuk menahan dampak dari virus corona yang mematikan, setelah peringatan soal gangguan produksi dan penjualan sempat menyulut kekhawatiran pasar awal pekan ini.

Reli pasar saham juga mendapat dorongan dari para pembuat kebijakan Federal Reserve AS yang mengisyaratkan tidak risau untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Selain itu, data yang dirilis Rabu (19/2) menunjukkan pasar perumahan tetap menjadi titik terang bagi ekonomi AS di tengah investasi bisnis yang lesu.

“Perumahan adalah indikator ekonomi dan melihat data seperti ini memberi investor banyak alasan untuk optimistis, setidaknya untuk pasar AS,” ujar Mike Loewengart, wakil presiden strategi investasi di E*Trade Financial.

Sejalan dengan Wall Street, indeks MSCI Emerging Market menguat 0,7 persen. Indeks Stoxx Europe 600 mencapai level tertinggi barunya, sedangkan indeks saham di Tokyo, Seoul, dan Hong Kong masing-masing menguat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top