Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Volatilitas Pasar Bisa Ganjal Rencana IPO Calon Emiten

Calon emiten yang sudah mendapat komitmen dari investor tidak perlu merisaukaun kondisi pasar. Namun, calon emiten yang masih mencari-cari investor harus menunggu hingga kondisi pasar stabil.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  19:07 WIB
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi pasar modal yang kurang kondusif dinilai akan menjadi ganjalan besar bagi calon emiten untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan perusahaan yang masih mencari calon investor perlu menunggu hingga kondisi pasar stabil. Namun, bagi perusahaan yang sudah mengantongi calon investor strategis, rencana IPO tidak perlu mengkhawatirkan kondisi pasar.

“Mungkin orang tidak akan beli dengan harga yang bagus ketika pasar kurang kondusif,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (19/2/2020).

Menurut Hans, kondisi pasar modal saat ini sedang tertekan karena sejumlah sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Wabah virus corona yang terjadi di China telah berdampak secara luas. Kondisi pasar modal di dalam negeri pun turut terimbas.

Sementara itu, dari dalam negeri, perkembangan kasus Asabri dan Jiwasraya hingga kasus investasi reksa dana menjadi salah satu biang keladi penurunan volume transaksi pasar. Namun, kasus-kasus tersebut tetap bisa dilihat dari sisi positif.

Hans berpendapat, meski volume transaksi turun, transaksi pasar saat ini lebih mencerminkan kondisi riil. Menurutnya, transaksi yang hilang merupakan transaksi yang berlangsung semua atau tergolong transaksi manipulatif.

“Buktinya, blue chips masih transaksi seperti biasa. Jadi kalau kita hitung turun pasarnya 30%—40% itu yang tidak terlalu riil di pasar,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top