Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dolar AS Hijau, Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini

Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Selasa (18/2/2020), seiring dengan penguatan indeks dolar Amerika Serikat.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  09:45 WIB
Seorang pembeli menghitung uang Dolar Amerika Serikat yang ditukarnya di gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Senin (15/7/2019). - ANTARA - Puspa Perwitasari
Seorang pembeli menghitung uang Dolar Amerika Serikat yang ditukarnya di gerai penukaran valuta asing, Jakarta, Senin (15/7/2019). - ANTARA - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Selasa (18/2/2020), seiring dengan penguatan indeks dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa hingga pukul 08.53 WIB, rupiah terpantau melemah 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp13.667 per dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat dibuka menguat 5 poin di posisi Rp13.655 per dolar AS. Adapun pada akhir perdagangan Selasa, nilai tukar rupiah ditutup menguat 33 poin atau 0,24 persen ke level Rp13.660 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, rupiah melemah terhadap dolar setelah ekspor anjlok pada Januari 2020, sedangkan obligasi pemerintah tetap stabil menjelang lelang obligasi hari ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperingatkan mengenai dampak virus corona terhadap perdagangan global, yang dapat turut menekan kinerja ekspor Indonesia.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja total ekspor Januari 2020 tercatat turun 7,16 persen secara bulanan dari Desember 2019 menjadi US$13,41 miliar, lebih rendah dari posisi Desember 2019 yang mencapai US$14,45 miliar.

Sementara itu, nilai impor pada Januari 2020 tercatat berada di angka US$14,28 miliar, turun 1,6 persen dibandingkan dengan realisasi impor pada Desember 2019 sebesar US$14,51 miliar.

Dengan kondisi tersebut, defisit perdagangan Indonesia selama pada Januari 2020 berjumlah US$860 juta, lebih rendah dibandingkan defisit pada Januari 2019 yang mencapai US$1,06 miliar.

Di sisi lain, analis ANZ untuk perdagangna Asia, Khoon Goh, mengatakan rupiah masih menarik minat investor karena didukung oleh imbal hasil yang menarik serta fakta bahwa ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang paling tak terpengaruh oleh wabah Covid-19.

“Fokus untuk minggu ini adalah pada keputusan kebijakan BI pada hari Kamis, di mana kami memperkirakan tidak ada perubahan dalam kebijakan,” ungkap Khoon, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar Amerika Serikat terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,212 poin atau 0,21 persen ke level 99,215 pada pukul 09.07 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka menguat 0,19 poin atau 0,19 persen di posisi 99,193, setelah pada akhir perdagangan Senin (17/2) ditutup melemah 0,121 poin atauu 0,12 persen ke level 99,193.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top