Ringkasan Perdagangan 13 Februari: IHSG Masih Melemah, Bursa Asia Kembali Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, mengekor pelemahan bursa saham Asia.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  19:44 WIB
Ringkasan Perdagangan 13 Februari: IHSG Masih Melemah, Bursa Asia Kembali Tertekan
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, mengekor pelemahan bursa saham Asia.

Sementara itu, rupiah tak mampu mempertahankan penguatannya dan berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, meskipun indeks dolar AS melemah.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (13/2/2020):

 

IHSG Ditutup Melemah, TLKM & UNVR Penekan Utama

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup ditutup melemah 0,7 persen atau 41,13 poin ke level 5.871,95 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelum kembali melemah, indeks sempat bangkit ke zona hijau dengan dibuka naik 0,15 persen atau 8,83 poin di posisi 5.921,91 pada Kamis (13/2) pagi. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 5.860,25-5.929,50.

8 dari 9 sektor menetap di wilayah negatif pada perdagangan hari ini, dipimpin sektor pertanian yang merosot 2,73 persen dan industri dasar yang turun 1,96 persen. Di sisi lain, sektor finansial menguat 0,06 persen.

Sebanyak 118 saham menguat, 284 saham melemah, dan 278 saham stagnan dari 680 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing turun 2,36 persen dan 2,63 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini.

 

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 20 poin atau 0,15 persen ke level Rp13.694 per dolar AS, setelah bergerak pada kisaran Rp13.672-Rp13.707 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,167 poin atau 0,17 persen ke level 98,882 pada pukul 15.54 WIB.

 

Dampak Revisi Jumlah Korban Covid-19, Bursa Asia Melemah

Bursa saham di Asia melemah pada perdagangan Kamis (13/2/2020), karena investor mempertimbangkan implikasi lonjakan jumlah kasus virus corona (Covid-19) di provinsi Hubei China, setelah merevisi metodologi perhitungan kasus.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melemah 0,2 persen pada pukul 15.03 WIB. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah masing-masing 0,34 persen dan 0,14 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 ditutup melemah 0,71 persen dan 0,62 persen, sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,34 persen dan indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,24 persen.

 

Ikuti Bursa Asia, Indeks Stoxx 600 Eropa Melemah di Awal Dagang

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx 600 dibuka terkoreksi 0,13 persen atau 0,56 poin di level 430,60. Pada pukul 15.54 WIB, pergerakannya kemudian melemah 0,49 persen atau 2,12 poin ke level 429,04 dari level penutupan sebelumnya.

Dari 602 saham yang terdaftar, 166 di antaranya menguat, sedangkan 422 saham melemah dan 14 saham lainnya stagnan.

Dari 19 indeks sektoral yang terdapat di indeks Stoxx, 17 di antaranya melemah, dipimpin oleh sektor minyak dan gas (-1,31 persen) dan sektor sumber daya dasar (-1,29 persen). Di sisi lain, sektor real estate mampu mencatat kenaikan terbesar (+0,59 persen).

 

Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Harga emas Comex kontrak April 2020 menguat 6,2 poin atau 0,39 persen ke level US$1.577,80 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,167 poin atau 0,17 persen ke level 98,882 pada pukul 15.54 WIB.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top