Diguyur Bank Sentral US$242 Miliar, Bursa China Ditutup Menguat

Bursa sham China berakhir menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (11/2/2020), setelah stimulus yang digelontorkan Bank Sentral China (PBOC) mulai menampakkan hasil.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  15:36 WIB
Diguyur Bank Sentral US$242 Miliar, Bursa China Ditutup Menguat
Bursa China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (11/2/2020). Stimulus yang digelontorkan Bank Sentral China (PBOC) dinilai mulai menampakkan hasil.

Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,39 persen atau 11,19 poin ke  level 2.901,67, setelah dibuka naik 0,14 persen atau 4,054 poin ke level 2.894,542.

Dari 1.543 saham yang terdaftar pada Indeks Shanghai Composite, 623 di antaranya menguat, 850 melemah, dan 70 saham stagnan. Adapun tiga dari lima indeks sektoral berakhir menguat, dipimpin oleh industri.

Sementara itu, pergerakan indeks CSI 300 di Shenzen yang berisi saham-saham bluechip ditutup menguat 0,93 persen atau 36,46 poin ke posisi 3.952,46.

Sebelumnya indeks CSI dibuka dengan pergerakan memasuki zona hijau sebesar 0,27 persen atau 10,42 poin ke level 3.926,42, setelah pada akhir perdagangan Senin ditutup menguat 0,41 persen.

Saham Kewichow Moutai Co memimpin penguatan saham pada Indeks Shanghai Composite dengan kenaikan 3 persen, sedangkan saham Hangxiao Steel Structure Co. mencatatkan penguatan paling tajam sebesar 10,1 persen.

Untuk diketahui, sejak awal Februari 2020, People’s Bank of China (PBOC) menyuntikkan total 1,7 triliun yuan (US$242,74 miliar) melalui operasi pasar terbuka. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan ekspektasi pasar keuangan dan mengembalikan kepercayaan pasar.

“Pelonggaran moneter bisa menjadi sesuatu yang ‘normal’ sampai akhir kuartal kedua, dan harapan akan langkah-langkah lanjutan akan menguntungkan sektor manufaktur dan infrastruktur,” tulis analis Galaxy Securities Xu Dongshi dalam catatan, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
shanghai composite index, bank sentral china

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top