Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Diperkirakan Menguat, Simak Saham Rekomendasinya

Saham BBCA dan BBRI yang berada diposisi terbesar dari net buy value yang terlihat dibeli kembali oleh investor asing.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  06:44 WIB
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penguatan pada hari ini.

Lanjar mengatakan, pada penutupan Selasa (4/2/2020) kemarin, IHSG yang menguat 0, 65 persen atau naik 38,17 poin kelevel 5922,34 didukung oleh saham-saham pada sektor aneka industri yang menguat 1,68 persen dan keuangan sebesar 1,33 persen. Padahal pada perdagangan sebelumnya kedua sektor ramai mengalami aksi jual investor asing maupun domestik.

Meskipun IHSG ikut meramaikan kenaikan bursa saham Asia, investor asing masih terlihat tiarap dengan hanya mencatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp232,07 miliar. Dari jumlah tersebut, hanya saham BBCA dan BBRI yang berada diposisi terbesar dari net buy value yang terlihat dibeli kembali oleh investor asing.

Sementara itu, Bank Indonesia berhasil mengintervensi pasar obligasi dan rupiah sejak kemarin. Hal ini terbukti dengan kembali menguatnya nilai tukar Rupiah sebesar 0,19 persen dilevel Rp13.715 ditengah gempuran aksi capital outflow yang terjadi sejak pekan lalu.

"Investor akan menanti data pertumbuhan GDP yang di perkirakan berada dilevel 5.04 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 5.1 persen," katanya dikutip dari laporan yang diterima pada Rabu (5/2/2020).

Penguatan juga terjadi pada pasar saham Asia yang mayoritas menutup perdagangan dengan catatan hijau. Indeks Nikkei (+0,49 persen), TOPIX (+0,69 persen), HangSeng (+1,21 persen) dan CSI300 (+2,64 persen) naik signifikan setelah mengalami awal pekan yang pesimistis.

Selain itu, harga minyak WTI naik setelah rentetan aksi jual akibat kekhawatiran turunnya permintaan di Tiongkok yang sedang mengalami krisis kesehatan. Investor menimbang pembatasan perjalanan Cina dan penghentian bisnis bersamaan dengan langkah-langkah yang diperkenalkan Beijing untuk mendukung pertumbuhan seiring terpukulnya perekonomian China.

Di sisi lain, bursa Eropa juga membuka perdagangan dengan optimis mengikuti penguatan bursa saham Asia. Indeks Eurostoxx (+1,24 persen), FTSE (+1,36 persen) dan DAX (+1,09 persen) mengalami kenaikan diatas 1 persen. Saham-saham pertambangan dan energi memimpin lonjakan ini setelah beberapa emiten merilis laporan pendapatan diatas ekspektasi.

Selanjutnya, investor akan terfokus pada data Indeks kinerja sektor jasa di Tiongkok. Dari dalam negeri, investor akan terfokus pada data pertumbuhan ekonomi dan PDB Indonesia.

Lanjar memperkirakan, pergerakan IHSG pada hari ini secara teknikal meskipun menguat namun candlestick lebih membentuk pola bearish counter attack dimana signal reversal secara teknikal masih belum terkonfirmasi.

Indikator stochastic dan RSI berpeluang membentuk pola golden-cross dan mengalami momentum bullish reversal apabila penguatan kembali berlanjut pada perdagangan selanjutnya. Sehingga, IHSG akan bergerak terkonsolidasi mencoba bertahan di zona hijau dengan support resistance 5900-6000.

Adapun saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya adalah INKP, TKIM, WTON, CPIN, SMGR, MAIN, INTP, INDF, KLBF, BBTN, JSMR, ASII, ADRO, TINS, ANTM, WEGE.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top