Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gelontorkan Rp1 Triliun, Dharma Satya (DSNG) Tambah Pabrik

Pada tahun lalu, DSNG mencatatkan penjualan crude palm oil (CPO) pada tahun 2019 sebesar 666.000 ton. Jumlah itu naik sebesar 46 persen dibandingkan dengan 2018.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  06:06 WIB
Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Andrianto Oetomo memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, usai rapat umum pemegang saham tahunan  (RUPST), di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Andrianto Oetomo memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA –Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1 triliun untuk pengembangan pabrik baru.

Direktur Utama Dharma Satya Nusantara Andrianto Oetomo mengatakan perseroan bakal melanjutkan program penanaman baru dan pembangunan dua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru. Hal ini dilakukan karena bertambahnya jumlah produksi dan luas kebun yang menghasilkan.

“Tahun 2020, kami menyiapkan biaya modal sekitar Rp800 miliar sampai Rp1 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan PKS baru, penyelesaian pembangunan fasilitas Bio-CNG, penanaman baru, pembangunan infrastruktur dan juga modernisasi fasilitas pabrik disegmen usaha produk kayu,” kata Andrianto Oetomo dalam siaran resmi yang dikutip Minggu (2/1/2020).

Sebagai informasi sampai akhir 2019, perseroan telah memiliki 10 PKS dengan total kapasitas produksi 570 ton per jam.

“Kami memperkirakan harga CPO akan terus bergerak naik pada tahun 2020 dibandingkan tahun lalu, karena berkurangnya stok CPO dan mulai seriusnya penerapan kebijakan mandatori biodiesel di Indonesia dan Malaysia,” katanya.

Pada tahun lalu, DSNG mencatatkan penjualan crude palm oil (CPO) pada tahun 2019 sebesar 666.000 ton. Jumlah itu naik sebesar 46 persen dibandingkan dengan 2018.

Produksi CPO DSNG pada 2019 mencapai 610.000 ton, naik 25 persen dibandingkan dengan 2018. Dari jumlah tersebut, dua kebun baru yang diakuisisi memberikan kontribusi sekitar 95.000 ton CPO atau 16 persen dari total produksi CPO perseroan.

Adrian mengatakan harga rata-rata CPO Perseroan sepanjang 2019 mengalami penurunan sekitar 10 persen menjadi Rp6,5 juta per ton, sedangkan harga rata-rata CPO2018 sebesar Rp7,2 juta per ton.

Sementara itu, dari sisi bisnis perkayuan DSNG mencatatkan kenaikan volume penjualan untuk produk panel menjadi sebesar 97.000 meter kubik.

Adrianto menyebut jumlah itu naik sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan kenaikan nilai penjualan sebesar 13 persen menjadi Rp 572 miliar.

Di sisi lain, volume penjualan produk engineered flooring turun 15 persen menjadi 932.000 meter persegi menyusul turunnya permintaan dari pasar ekspor. “Secara umum segmen usaha produk kayu masih memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perseroan,” katanya.

Sementara itu, tim analis Sinarmas Sekuritas memberikan predikat overweight bagi sektor perkebunan seiring dengan prospek harga CPO yang lebih cerah. Mereka merekomendasikan beli untuk LSIP dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) sedangkan netral bagi AALI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aksi emiten emiten perkebunan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top