Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Baru Diamond Food (DMND) Kejar Pertumbuhan 25 Persen

Diamond Food (DMND) mengalokasikan belanja modal pada 2020 senilai Rp650 miliar. Apa saja rencana ekspansi emiten baru itu?
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  14:25 WIB
Presiden Direktur Diamond Food Norman Chen menyampaikan sambutan dalam pencatatan saham perdana DMND di Bursa Efek Indonesia, Rabu (22/1/2020). - Bisnis/Anitana W. Puspa
Presiden Direktur Diamond Food Norman Chen menyampaikan sambutan dalam pencatatan saham perdana DMND di Bursa Efek Indonesia, Rabu (22/1/2020). - Bisnis/Anitana W. Puspa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Diamond Food Indonesia Tbk. menargetkan peningkatan penjualan dan laba bersih sebesar 25 persen pada tahun ini.

Presiden Direktur Diamond Food Indonesia Norman Chen mengatakan pada tahun lalu pertumbuhannya telah mencapai sekitar 12 persen.

Berdasarkan data perseroan, emiten baru bersandi saham DMND itu membukukan pendapatan Rp6,32 triliun pada 2018. Dengan pertumbuhan 12 persen pada 2019, maka perseroan berpotensi meraih pendapatan Rp6,97 triliun.

"Sektor konsumen secara makro membaik, demografi masyarakat Indonesia juga tumbuh sejalan dengan pendapatan masyarakat yang juga terus meningkat," ungkapnya Rabu (22/1/2020).

Kondisi tersebut akan mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan, kususnya untuk produk berbasis susu (dairy products).

"Susu, es krim dan produk dairy. Nutrisinya semuanya dibutuhkan dari orang muda hingga orang tua," imbuhnya.

Dengan target pertumbuhan sebesar 25 persen, DMND membidik pendapatan sekitar Rp8,71 triliun pada 2020.

Secara historis, pendapatan konsolidasi Grup Diamond selalu tumbuh double digit pada periode 2017 dan 2018. Pada 2017, pendapatannya tumbuh 10,48 persen secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun dan tumbuh 17,16 persen secara tahunan menjadi Rp6,23 triliun pada 2018.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih yang dikantongi DMND pun meningkat dari Rp285,18 miliar pada 2016, menjadi Rp300,94 miliar pada 2017, Rp315,59 miliar pada 2018, dan Rp190,05 miliar per semester I/2019.

Berdasarkan prospektus IPO, DMND mengalokasikan belanja modal pada 2020 senilai Rp650 miliar. Nilai itu lebih tinggi dibandingkan dengan alokasi pada 2019 yang senilai Rp450 miliar.

Perusahaan akan menggunakan sumber pendanaan dari kas internal dan atau fasilitas pinjaman untuk membiayai belanja modal tersebut.

Rencananya, mayoritas belanja modal Diamond Food akan digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi beserta sarana dan prasarananya. Selain itu juga pembelian mesin dan peralatan produksi dan penambahan armada distribusi dalam rangka menunjang perluasan usaha Grup Diamond.

Pada 31 Juli 2019, Grup Diamond telah melakukan komitmen pembelian barang modal sebesar 39,6 persen dari anggaran belanja modal pada 2019 untuk pembangunan dan perluasan fasilitas produksi dan pusat distribusi dengan sejumlah kontraktor, antara lain PT Rekagunatek Persada, PT Mayekawa Indonesia dan PT Total Logistik Center.

“Pembangunan dan perluasan pusat distribusi yang sedang berjalan ditargetkan akan selesai pada awal 2020 sedangkan pembangunan fasilitas produksi ditargetkan akan selesai pada semesterI/2021,” jelas Manajemen Diamond Food dalam prospektus tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Diamond Food Indonesia kinerja emiten
Editor : Ana Noviani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top