Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gelar IPO, Diamond Food (DMND) Resmi Melantai di BEI

Dalam initial public offering (IPO), Diamond Food melepas 100 juta saham pada harga pelaksanaan Rp915 per saham.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  08:03 WIB
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). -  ANTARA / Hafidz Mubarak A
Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – PT Diamond Food Indonesia Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 22 Januari 2020 dengan kode saham DMND.

Berdasarkan pengumuman dari keterbukaan informasi publik pada Selasa (21/1/2020), emiten tersebut bergerak di bidang produksi distribusi produk makanan dan minuman.

Dalam initial public offering (IPO), Diamond Food melepas 100 juta saham pada harga pelaksanaan Rp915 per saham.

Selain menawarkan saham baru, Diamond Food Indonesia juga melaksanakan konversi surat utang Convertible Bonds Anderson sesuai dengan perjanjian obligasi konversi yang ditandatangani antara perseroan dengan Anderson pada 11 Juli 2019. Anderson merupakan perusahaan investasi (investment holding company) yang berbasis di Singapura.

Merujuk perjanjian tersebut, Diamond Food akan menerbitkan 1,15 miliar saham untuk mengkonversi obligasi yang diterbitkan perseroan kepada Anderson dengan nilai pokok sebesar Rp1,06 triliun.

Secara proforma, struktur pemegang saham Diamond Food setelah pelaksanaan IPO, Program employee stock allocation (ESA), dan konversi CB Anderson terdiri atas Chen Tsen Nan 43,52%, Kenneth Cchen 24,27%, Chen Wai Sioe 11,27%, Astrawati Aluwi 7,63%, Anderson 12,23%, masyarakat 0,97%, dan peserta program ESA 0,07%.

Dana hasil IPO tersebut mayoritas atau 80% di antaranya akan digunakan untuk penyetoran modal kepada entitas anak perusahaan, yakni PT Sukanda Djaya untuk modal kerja pembelian persediaan. Sisanya, sebanyak 20% akan digunakan sebagai modal kerja yang mendukung kegiatan operasional perseroan.

Tercatat Diamond Group memiliki empat anak perusahaan dan satu perusahaan terafiliasi. Anak perusahaan tersebut, diantaranya yakni PT Sukanda Djaya dengan kepemilikan saham pengendali yang bergerak di bidang distributor dan importer. Selanjutnya PT Diamond Cold Storage yang bergerak di sektor konsumer dengan kepemilikan saham pengendali.

Dua anak usaha tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Grup Diamond. Hingga 31 Juli 2019, pendapatan dua anak usaha tersebut masing-masing memberikan kontribusi sebesar 77,1% dan 21,7% dari pendapatan konsolidasian Grup Diamond sebelum eliminasi.

Selain 2 anak usaha masih terdapat PT Diamondfair Ritel dengan kepemilikan tidak langsung melalui PT Sukanda Djaya dan PT Indogourmet Sarana Cemerlang melalui kepemilikan tidak langsung oleh PT Diamond Cold Storage. Sementara itu, satu perusahaan terasosiasi yakni PT NHF Diamond Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo bei
Editor : Ana Noviani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top