Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Margin Emiten Semen Berpotensi Membaik, Saham SMGR Jadi Favorit

Secara kumulatif serapan semen nasional sepanjang 2019 sebesar 69,98 juta ton atau naik tipis 0,7% secara tahunan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  12:32 WIB
Aktivitas pekerja Semen Indonesia di Packing Plant Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (11/12/2018). - Bisnis/Peni Widarti
Aktivitas pekerja Semen Indonesia di Packing Plant Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (11/12/2018). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA - Analis memperkirakan kinerja emiten pabrikan semen pada 2020 bakal ditolong oleh harga batu bara.

Dalam riset yang diterbitkan pada Senin (20/1/2020), Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin mengatakan berdasarkan data Bloomberg, rata-rata harga batu bara sepanjang 2019 berada di angka US$78 per ton. Harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada kuartal IV/2019 yang sekitar US$67 per ton.

Awal 2020, harga batu bara menunjukkan kenaikan yang disebabkan oleh peningkatan permintaan selama musim dingin dan harga minyak yang juga terkerek. Walaupun demikian, Mimi meyakini harga baru bara bakal melunak hingga akhir tahun nanti.

"Harga batu bara yang rendah akan mendukung profitabilitas perusahaan semen di tengah pertumbuhan harga penjualan rata-rata yang terbatas karena proyeksi konsumsi yang moderat untuk tahun ini," katanya.

Mirae Asset memberikan pandangan netral untuk sektor semen dengan SMGR sebagai top pick. Mimi juga memperkirakan sektor semen masih menghadapi tantangan berupa serapan yang belum terlalu kuat dan kelebihan pasokan.

Di sisi lain, dengan harga batu bara yang diproyeksikan masih lunak pada tahun ini, margin emiten pabrikan semen bisa terangkat.

Sementara itu, dari sisi serapan, Mimi menyebutkan konsumsi semen domestik pada Desember 2019 tumbuh 7,2% secara tahunan. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan Desember 2018 yang tumbuh 5,2% year-on-year.

Secara kumulatif serapan semen nasional sepanjang 2019 sebesar 69,98 juta ton atau naik tipis 0,7% secara tahunan.

"Untuk tahun ini, kami meyakini konsumsi semen akan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan 2019 karena low-base effect. Tahun lalu pasar diliputi ketidakpastian kondisi politik karena pemilu," katanya.

Mirae Asset memproyeksikan konsumsi semen dalam negeri akan tumbuh moderat sebesar 4,5% y-o-y pada 2020 karena sektor properti belum akan mengalami perbaikan yang signifikan.

Saham  SMGR direkomendasikan trading buy dengan target harga Rp14.500, sedangkan INTP direkomendasikan hold dengan target harga Rp19.200 per saham. Pada akhir pekan lalu, SMGR dan INTP masing-masing ada di level harga Rp12.850 dan Rp18.750 per saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Emiten Semen semen indonesia
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top