Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Saham Global Menguat Tunggu Laporan Pekerjaan AS

Pergerakan pasar saham global menguat pada perdagangan sore ini, Jumat (10/1/2020), menjelang rilis laporan pekerjaan di Amerika Serikat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  16:07 WIB
Bursa MSCI Asia - Reuters
Bursa MSCI Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan pasar saham global menguat pada perdagangan sore ini, Jumat (10/1/2020), menjelang rilis laporan pekerjaan di Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks futures S&P 500 naik 0,2 persen dan indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,3 persen pada pukul 08.04 pagi waktu London (pukul 15.04 WIB).

Pada saat yang sama, indeks MSCI Asia Pacific dan indeks FTSE 100 Inggris masing-masing menguat 0,4 persen.

Tanda-tanda bahwa AS dan Iran telah mundur dari jurang perang membantu menghidupkan kembali minat investor terhadap aset-aset berisiko pertengahan pekan ini.

Terkait perdagangan AS-China, kementerian perdagangan China mengonfirmasikan bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He akan menandatangani kesepakatan fase pertama di Washington pekan depan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan mulai merundingkan perjanjian perdagangan fase kedua segera, seperti dilansir dari Reuters.

Namun, ia mungkin akan menunggu untuk menyelesaikan perjanjian apa pun sampai setelah pemilihan presiden pada November 2020.

Investor juga menerima jaminan dari Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida bahwa ekonomi AS tetap berkondisi baik dan bank sentral AS ini tidak akan mengubah arah kebijakannya.

"Jika pertumbuhan pulih dan bahkan jika inflasi sedikit melampaui, The Fed mungkin akan membiarkannya berjalan, dan itu mungkin berlaku untuk bank sentral lain,” ujar Patrik Schowitz, ahli strategi global di JPMorgan Asset Management kepada Bloomberg Television.

“Tapi jika pertumbuhan melemah mereka bisa melakukan pemangkasan [suku bunga] lagi, Anda sekalian memiliki pengaturan asimetris dan itu cukup membantu untuk pasar,” tambahnya.

Sebelumnya, pasar global telah diguncang oleh kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pascakematian Mayor Jenderal Iran Qasem Soleimani akibat serangan AS di Irak pada 3 Januari.

Kematian Soleimani menarik amarah Iran yang kemudian melancarkan serangan balasan terhadap dua pangkalan militer AS di Irak pada 8 Januari.

Memulihnya sentimen geopolitik memungkinkan para pedagang untuk mengalihkan fokus mereka ke petunjuk selanjutnya tentang kesehatan ekonomi AS, dengan rilis laporan pekerjaan pada Jumat (10/1) waktu setempat.

Laporan pekerjaan final AS untuk 2019 diperkirakan akan menunjukkan pertambahan pekerjaan sebanyak 160.000 pada Desember.

Seiring dengan meningkatnya daya tarik aset berisiko, pamor aset investasi aman (safe haven) pun kian luntur. Harga emas di pasar spot turun 0,1 persen ke level US$1.551,31 per troy ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa saham Bursa Asia
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top