Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bayar Kewajiban, MYRX Bakal Jual Saham Anak Usaha ke MPRO

PT Maha Properti Indonesia Tbk. bakal mencaplok 49,99% saham Mega Mandiri Jaya anak usaha PT Hanson International Tbk. dan 49,99% saham Hokindo Properti Indonesia anak usaha PT Rimo International Lestari Tbk.
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Hanson International Tbk. mulai bermanuver untuk memenuhi kewajibannya kepada pihak ketiga.

Dalam keterbukaan informasi Selasa (17/12/2019), Manajemen Hanson International mengumumkan rencana menjual 49,99% saham perseroan dalam anak usahanya, PT Mandiri Mega Jaya. Saham itu akan dibeli oleh emiten properti yang terafiliasi dengan Grup Mayapada, PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO).

PT Mandiri Mega Jaya merupakan anak usaha emiten bersandi saham MYRX itu yang menggarap proyek Citra Maja Raya. Dalam proyek itu, MMJ menjalin kerja sama operasional (KSO) dengan PT Ciputra Development Tbk. dan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk. (BIPP).

Dalam laporan keuangan per 31 September 2019, MYRX tercatat memilik 99,99% saham MMJ. Perusahaan pengembang properti itu memiliki total aset Rp12,53 miliar.

Melalui MMJ, Hanson International memiliki kepemilikan tidak langsung dalam 13 perusahaan pengembang properti. Dari 13 perusahaan itu, sejumlah cucu usaha MYRX yang memiliki aset triliunan rupiah, antara lain PT Armidian Karyatama Tbk. Rp1,73 triliun, PT Harvest Time Rp2,69 triliun, PT Taruna Duta Subur Rp1,65 triliun, PT Blessindo Terang Jaya Rp1,46 triliun, dan PT Soilindo Prima Perkasa Rp1,69 triliun.

"Rencana penjualan sebagian kepemilikan saham dalam PT Mandiri Mega Jaya untuk memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga dan untuk recovery perseroan," tulis Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Hanson International Rony Agung Suseno dalam keterbukaan informasi, Selasa (17/12/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, MYRX memiliki kewajiban untuk melunasi pinjaman individu yang mencapai total Rp2,5 triliun. Pinjaman itu akan dibayar secara bertahap hingga Oktober 2020.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, MYRX dan MPRO akan menyusun perjanjian pengikatan jual beli saham dan menetapkan nilai transaksi berdasarkan hasil appraisal Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Selain Hanson International, PT Rimo International Lestari Tbk. juga berencana melego sebagian saham dalam anak usahanya kepada MPRO.

Perusaahaan yang juga terafiliasi dengan Benny Tjokrosaputro itu berencana melepas 49,99% saham miliknya dalam PT Hokindo Properti Investama.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Maha Properti Indonesia Suwandy memaparkan nilai aset dan ekuitas perseroan akan meningkat setelah pembelian saham MMJ dan HPI.

Untuk menyediakan dana untuk membiayai transaksi itu, lanjutnya, perusahaan mempertimbangkan perlunya aksi penawaran umum terbatas tanpa atau dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper