Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Televisi MNCN dan SCMA Bakal Jalin Kolaborasi, Apa Bentuknya?

Dua korporasi media terbesar di Indonesia itu akan menjalin kesepakatan terkait dengan rate card dan berkolaborasi di sejumlah proyek.
Seorang penjaga toko elektronik berbicara di telepon, di hadapan layar televisi yang menayangkan pidato kemenangan Imran Khan. Khan, mantan atlet kriket Pakistan, mengklaim menang dalam Pemilu di negara Asia Selatan itu, Kamis (26/7)./Reuters-Akhtar Soomro
Seorang penjaga toko elektronik berbicara di telepon, di hadapan layar televisi yang menayangkan pidato kemenangan Imran Khan. Khan, mantan atlet kriket Pakistan, mengklaim menang dalam Pemilu di negara Asia Selatan itu, Kamis (26/7)./Reuters-Akhtar Soomro

Bisnis.com, JAKARTA - Dua perusahaan media besar di Tanah Air, PT Media Nusantara Citra Tbk. dan PT Surya Citra Media Tbk. dikabarkan akan melakukan konsolidasi. Perjanjian keduanya rencananya diumumkan besok.

Sekretaris Perusahaan Surya Citra Media Gilang Iskandar mengatakan pengumuman tentang kerja sama kedua emiten media itu akan dilakukan pada Kamis (12/12/2019).

"Setahu saya, besok akan ada konferensi pers soal ini. Jadi sabar, tunggu besok ya," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (11/12/2019).

Respons yang sama juga dilontarkan pihak Investor Relations Media Nusantara Citra Luthan Fadel. Dia enggan berkomentar hingga pengumuman resminya dirilis.

Dikutip dari hasil risetnya, analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya memaparkan kesepakatan antara emiten berkode saham MNCN dan SCMA itu terkait dengan tarif iklan (rate card).

"Dua korporasi media terbesar di Indonesia itu akan menjalin kesepakatan terkait dengan rate card dan berkolaborasi di sejumlah proyek. Menurut kami itu akan berdampak positif terhadap profitabilitas dan margin kedua perusahaan," tulisnya dalam riset yang dikutip Rabu (11/12/2019).

MNCN pun, katanya, menyebut lima hal utama terkait kerja sama dengan SCMA. Kedua pihak akan menetapkan batasan tarif dan diskon maksimum yang bisa diberikan dua grup media terbesar itu pascaperang tarif terjadi.

Dia menyebut kesepakatan tersebut dilakukan untuk mengatasi penurunan pada layanan siaran gratis (free to air), sedangkan bisnis digital belum memberikan pendapatan setimpal dengan pendapatan FTA.

Berhembusnya kabar ini membuat harga saham kedua emiten mengalami kenaikan. Dikutip dari Bloomberg, harga saham SCMA berada di level Rp1.420 per saham atau turun 2,07%. Pergerakan harganya selama 52 pekan berada di rentang Rp1.080 hingga Rp2.030.

Sementara itu, MNCN berada di level Rp1.495 per saham atau naik 2,05%. Selama 52 pekan, Bloomberg mencatat pergerakan saham milik taipan Harry Tanoesoedibjo itu berada di rentang Rp675 hingga Rp1.540 per saham.

"Menurut kami, kedua perusahaan akhirnya mencapai kesepakatan karena mereka sadar terhadap penurunan bisnis televisi FTA sedangkan pendapatan bisnis digital belum bisa mengimbangi penurunan pendapatan di bisnis FTA," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper