Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Resmi IPO, Saham Mulia Boga (KEJU) Langsung Kena ARA

Harga saham produsen keju Prochiz ini langsung meroket 50 persen ke level Rp1.125.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 25 November 2019  |  09:44 WIB
Produsen Keju Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk., resmi melantai di bursa saham pada Senin (25/11/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi
Produsen Keju Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk., resmi melantai di bursa saham pada Senin (25/11/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen keju Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk., memulai transaksi perdana saham setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, Senin (25/11/2019). 
 
Pada awal perdagangan, laju saham emiten dengan kode KEJU ini langsung menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Harga saham KEJU naik 50 persen ke level Rp1.125 dari harga perdana Rp750 per saham.
 
Direktur Utaka Mulia Boga Raya Sandjaya Rusli mengatakan pihaknya percaya dengan menjadi perusahaan tercatat yang transparan dan akuntabel akan membuat kinerja makin bertumbuh seiring dengan positifnya prospek bisnis di industri makanan dan minuman (mamin).
 
"Sesuai dengan visi perseroan yaitu memasyarakatkan keju dan mengkejukan masyarakat," ujarnya, Senin (25/11/2019). 
 
KEJU merupakan perusahaan tercatat ke-47 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2019. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Lotus Andalan Sekuritas. 
 
Dalam penawaran umum perdana saham, jumlah saham yang ditawarkan ke publik sebanyak 100 juta saham baru. Dengan demikian, dana yang dikantongi dari hasil penawaran umum senilai Rp75 miliar. 
 
Seluruh dana hasil dari Initial Public Offering (IPO) yang diterima perseroan, setelah dikurangi seluruh biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja perseroan untuk menunjang pembiayaan kegiatan operasional dan produksi.
 
Bersamaan dengan penawaran umum perdana saham, perseroan menerbitkan saham baru kepada PT Tudung Putra Putri Jaya (TPPJ) dalam rangka pelaksanaan konversi Obligasi Wajib Konversi yang diterbitkan berdasarkan perjanjian investasi sehubungan dengan obligasi wajib konversi tanggal 25 Juni 2019 (Perjanjian OWK) sejumlah 200 juta saham biasa. Harga konversi OWK sama dengan harga penawaran sebesar Rp750 per saham.
 
Perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan dengan mengalokasikan sebesar 1,34 persen dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana saham atau sejumlah 1,34 juta saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo keju
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top