Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK Sebut Lion Air Batal IPO pada Tahun Ini

Sebelumnya maskapai penerbangan Lion Air menyatakan akan menggelar IPO dan bahkan sudah masuk dalam pipeline Bursa Efek Indonesia pada bulan lalu.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 November 2019  |  20:22 WIB
Ilustrasi - Fasilitas MRO Batam Aero Technic (BTA) di Batam. - Bisnis/Youtube
Ilustrasi - Fasilitas MRO Batam Aero Technic (BTA) di Batam. - Bisnis/Youtube

Bisnis.com, JAKARTA—Penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) ukuran jumbo disebut batal terlaksana pada tahun ini.

Sebelumnya maskapai penerbangan Lion Air menyatakan akan menggelar IPO dan bahkan sudah masuk dalam pipeline Bursa Efek Indonesia pada bulan lalu.

Masuknya nama PT Lion Mentari Tbk. ke dalam pipeline penawaran saham menarik perhatian. Bukan hanya karena perusahaannya, melainkan nilai penawaran yang disebut mencapai Rp14 triliun.

“Begitu lah, ditunda mungkin. Teman-teman kan sudah tau. Mereka mungkin kesiapannya juga,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Adapun saat ini BEI mengantongi 37 nama perusahaan yang akan menawarkan sahamnya menjelang akhir tahun. Di dalamnya terdapat 2 perusahaan yang akan menggunakan aturan Reg S/144A yang mana salah satu perusahaan itu disebut-sebut adalah Lion Air.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi pun menyebut keputusan suatu perusahaan untuk melantai di BEI disesuaikan oleh pemilihan waktu yang disepakati oleh calon emiten dan penjamin emisi (underwriter).

“Mereka sudah mempersiapkan, tapi timing yang tepat pasti underwriter yang tentukan. Kalau emang sekiranya kondisi sedang bergejolak, pasti diundur. Keputusan bisnis saja,” tuturnya.

Adapun, analis menilai penyerapan IPO menggunakan aturan Reg S/144A dinilai akan bersaing dengan IPO jumbo dari perusahaan minyak Aramco asal Arab Saudi.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menyampaikan bahwa dengan IPO Aramco akan ada persaingan yang cukup berat untuk menggaet investor global.

“Dalam kondisi seperti ini, berat bagi yang [IPO] Reg S, kecuali memang mereka ngotot. Berat bagi mereka untuk bisa menarik yang di luar,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo lion air
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top