Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Jisdor Menguat ke 14.100, Rupiah Masih Melemah di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.100 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (22/11/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 November 2019  |  10:43 WIB
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.100 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (22/11/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.100 per dolar AS, menguat 12 poin atau 0,08 persen dari posisi Rp14.112 pada Kamis (21/11/2019).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah tipis 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.095 per dolar AS pada pukul 08.52 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (21/11/2019), nilai tukar rupiah berhasil rebound dan ditutup di level Rp14.092 per dolar AS meskipun dengan penguatan tipis 3 poin atau 0,02 persen.

Nilai tukar rupiah mulai tergelincir dari penguatannya dengan dibuka terdepresiasi 8 poin atau 0,06 persen di posisi 14.100 pada Jumat (22/11). Sepanjang perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak di level 14.095-14.100 per dolar AS.

Seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,038 poin atau 0,04 persen ke level 97,955 pada pukul 09.58 WIB.

Pada perdagangan Kamis (21/11/2019), indeks dolar AS mampu membukukan sedikit kenaikan 0,059 poin atau 0,06 persen dan berakhir di level 97,993, kenaikan hari ketiga.

Dilansir dari Reuters, dolar AS ditopang oleh terkereknya minat investor untuk aset safe haven saat menantikan perkembangan dari pembicaraan perdagangan AS-China.

Meski demikian, pergerakan greenback sedikit dibatasi oleh sejumlah survei manufaktur global yang akan dipublikasikan kemudian. Data ini dapat memberi petunjuk tentang seberapa dalam sengketa perdagangan AS-China merugikan ekonomi dunia.

“Ada kejenuhan dalam pemberitaan sehingga membatasi volatilitas dalam reaksi pasar terhadap informasi baru,” ujar Ray Attrill, kepala strategi valas di National Australia Bank.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs
22 November14.100
21 November14.112
20 November14.097
19 November14.091
18 November14.075

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jisdor Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top