Rencana Terbang Merpati Masih Terkatung-Katung

Masa depan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang kini tengah ditangani oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) masih belum menemukan titik terang.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 November 2019  |  10:57 WIB
Rencana Terbang Merpati Masih Terkatung-Katung
Merpati Airlines - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Masa depan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang kini tengah ditangani oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) masih belum menemukan titik terang.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT PPA Iman Rachman saat ditemui di Bandung, Jawa Barat pada Jumat (15/11/2019).

Iman menuturkan, saat ini pihaknya bertugas untuk memastikan aset-aset milik Merpati yang tersisa dapat dioptimalkan kegiatannya. Hal ini sesuai dengan tugas yang diberikan pemerintah kepada PT PPA yang menjadikan perusahaan yang dipimpinnya sebagai financial controller.

"Keberlangsungan operasi Merpati tidak termasuk wewenang kami. Tugas kami saat ini adalah menjaga aset (Merpati)," kata Iman.

Saat ini, Merpati sudah tidak lagi melakukan penerbangan komersial.

Direktur Konsultasi Bisnis dan Aset Manajemen PPA Dikdik Permadi Yoffana mengatakan, saat ini kegiatan usaha yang dilakukan Merpati adalah bisnis maintenance, repair & overhaul (MRO) penerbangan, pelayanan kargo, serta training center yang bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA).

Melalui kerja sama ini, Garuda Indonesia Grup mendukung upaya rekstrukturisasi Merpati Nusantara dalam bentuk kerja sama pengelolaan bisnis.

Selain itu, Garuda Indonesia Grup bersama beberapa BUMN lainnya mendukung pengelolaan usaha kargo milik Merpati melalui aktivitas pelayanan pengiriman barang-barang di wilayah Papua.

Dalam hal kerja sama pengelolaan usaha MRO, Merpati juga bertindak sebagai agen pemasaran yang menyediakan layanan untuk perawatan turbin dari Pertamina dan PLN yang difasilitasi oleh MRO Merpati Nusantara dan Garuda Indonesia Grup.

Sementara itu, dalam usaha training centre, Garuda Indonesia akan berpatisipasi dalam mengelola pusat pendidikan milik Merpati agar ke depannya unit usaha ini menjadi salah satu sumber pendapatan besar perusahaan.

"Kerja sama ini diharapkan dapat digunakan untuk mencicil utang mereka yang mencapai Rp10 triliun," katanya. 

Kerja sama ini juga dilakukan dengan sejumlah BUMN lain, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), dan Himpunan  Bank Bank Milik Negara (Himbara).

Himbara itu terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
merpati

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top