Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah BI Menguat 20 Poin, Mata Uang di Asia Bergerak Variatif

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (8/11/2019) di level Rp14.020 per dolar AS, menguat 20 poin atau 0,14 persen dari posisi Rp14.040 pada Kamis (7/11/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 08 November 2019  |  11:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (8/11/2019) di level Rp14.020 per dolar AS, menguat 20 poin atau 0,14 persen dari posisi Rp14.040 pada Kamis (7/11/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.090 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.949 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp141.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 15 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.013 per dolar AS pada pukul 10.59 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (7/11), rupiah ditutup di level Rp13.998 per dolar AS dengan apresiasi sebesar 25 poin atau 0,18 persen di pasar spot.

Rupiah mulai tergelincir dari penguatannya dengan dibuka terdepresiasi 11 poin atau 0,08 persen di level 14.009 pada Jumat (8/11). Sepanjang perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak di level 14.009-14.026 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia cenderung bergerak variatif. Penguatan di antara sejumlah mata uang di Asia dipimpin oleh won Korea Selatan yang terapresiasi 0,35 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, rupee India mengalami pelemahan tersebesar yakni 0,4 persen pada pukul 11.07 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Won Korea Selatan1.155,28+0,35
Baht Thailand30,408+0,08
Peso Filipina50,451+0,06
Dolar Taiwan30,360+0,06
Yen Jepang109,23+0,05
Yuan Onshore China6,9760+0,03
Dolar Hong Kong7,8258+0,01
Rupee India71,2525-0,4
Ringgit Malaysia4,1330-0,22
Rupiah14.013-0,11
Dolar Singapura1,3585-0,07
Yuan Offshore China6,9750-0,05

Dilansir dari Bloomberg, mata uang emerging market di Asia diperdagangkan beragam saat investor mencermati perkembangan terkini mengenai pembicaraan dagang antara pemerintah AS dan China dengan hati-hati.

Menurut pejabat pemerintah AS dan China, masing-masing negara telah sepakat untuk mengurangi tarif terhadap barang-barang satu sama lain dalam kesepakatan perdagangan "fase satu" melalui tahap-tahap berbeda.

“Pasar akan tetap sensitif terhadap pemberitaan. Dengan meningkatkan sikap hati-hati dalam tensi geopolitik dan kebijakan bank sentral yang akan tetap akomodatif untuk masa depan, perlu ada perbaikan data sebelum kita akan melihat rotasi risiko siklis selanjutnya,” ujar Daniel Been, kepala riset valas di Australia & New Zealand Banking Group.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,03 persen atau 0,029 poin ke level 98,114 pada pukul 10.50 WIB.

Pergerakan indeks sebelumnya dibuka di posisi 98,137 setelah pada perdagangan Kamis (7/11) ditutup di level 98,143 dengan kenaikan 0,191 poin atau 0,19 persen.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs
8 November14.020
7 November14.040
6 November13.992
5 November14.031
4 November14.002

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top