Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah BI Melemah 48 Poin, Won Korsel Paling Lesu di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (7/11/2019) di level Rp14.040 per dolar AS, melemah 48 poin atau 0,34 persen dari posisi Rp13.992 pada Rabu (6/11/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 November 2019  |  12:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (7/11/2019) di level Rp14.040 per dolar AS, melemah 48 poin atau 0,34 persen dari posisi Rp13.992 pada Rabu (6/11/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.110 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.969 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp141.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 16 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.039 per dolar AS pada pukul 11.11 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (6/11), rupiah ditutup di level Rp14.023 per dolar AS dengan depresiasi sebesar 54 poin atau 0,39 persen di pasar spot.

Rupiah mulai melanjutkan pelemahannya dengan dibuka terdepresiasi 17 poin atau 0,12 persen di level 14.040 pada Kamis (7/11). Sepanjang perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak di level 14.036-14.045 per dolar AS.

Nilai tukar mata uang lainnya di Asia mayoritas juga melemah terhadap dolar AS, dipimpin won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,33 persen pada pukul 11.15 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Won Korea Selatan1.161,28-0,33
Yuan Onshore China7,0183-0,29
Ringgit Malaysia4,1465-0,22
Rupee India71,0762-0,12
Rupiah14.039-0,11
Baht Thailand30,329-0,09
Yuan Offshore China7,0183-0,08
Dolar Singapura1,3601-0,05
Dolar Taiwan30,406-0,04
Yen Jepang108,70+0,26
Dolar Hong Kong7,8264+0,01
Peso Filipina50,607+0

Dilansir dari Bloomberg, mata uang emerging market di Asia melemah di tengah tergerusnya daya tarik aset-aset berisiko karena terbebani laporan mengenai kemungkinan ditundanya penandatanganan kesepakatan perdagangan antara pemerintah AS dan China.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dikabarkan kemungkinan tidak dapat menandatangani kesepakatan dagang pendahuluan hingga Desember mendatang. Padahal, Trump sebelumnya mengindikasikan perjanjian tersebut dapat ditandatangani pada November.

“Sepertinya pasar sedang berkonsolidasi setelah berjalan dengan baik di tengah kekhawatiran bahwa pembicaraan perdagangan AS-China mungkin tertunda, terutama saat kita semakin dekat pada jadwal putaran pengenaan tarif selanjutnya pada 15 Desember,” ujar Dushyant Padmanabhan, seorang pakar setrategi valasi di Nomura Holdings, Singapura.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik tipis 0,04 persen atau 0,041 poin ke level 97,993 pada pukul 11.06 WIB.

Pada perdagangan Rabu (6/11), indeks dolar AS ditutup di posisi 97,952 dengan koreksi 0,031 poin atau 0,03 persen.

Sebelum berbalik ke zona hijau, indeks sempat melanjutkan koreksinya dengan dibuka turun tipis 0,01 persen di posisi 97,947 pada Kamis (7/11). Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks bergerak fluktuatif di level 97,934 – 98,015.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs
7 November14.040
6 November13.992
5 November14.031
4 November14.002
1 November14.066

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top