Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minyak Mentah Ditutup Melemah, Ini Sentimen Penekannya

Minyak turun lebih lanjut setelah Reuters melaporkan bahwa pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump dapat ditunda hingga Desember.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 November 2019  |  07:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah sentimen menekan harga minyak mentah hingga ditutup melemah pada perdagangan Rabu (6/11/2019). Di antaranya laporan bahwa produsen terbesar di OPEC+ tidak mendorong pengurangan pasokan minyak yang lebih dalam.

Minyak turun lebih lanjut setelah Reuters melaporkan bahwa pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump dapat ditunda hingga Desember.

Narasi seputar pemotongan OPEC berubah, kata Rob Thummel, direktur pelaksana dan manajer portofolio di Tortoise. "Jika itu masalahnya, bersama dengan minyak yang lebih tinggi dari perkiraan, harga minyak harus terus turun," ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, Energy Information Administration melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat 7,93 juta barel pekan lalu. Cadangan Bensin dan minyak distilasi turun, sementara stok di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, naik 1,7 juta barel.

AS mencatat surplus perdagangan minyak bumi pertamanya dalam lebih dari empat dekade terakhir pada September karena produksi melonjak ke rekor tertinggi.

Minyak menguat awal pekan ini di tengah optimisme bahwa ketegangan perdagangan antara AS dan China berkurang, yang berpotensi mengurangi tekanan terhadap pada ekonomi global.

Namun, harga masih lebih rendah 15 persen dari level puncak yang dicapai pada bulan April di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan konsumsi yang lemah dan rekor produksi minyak shale AS akan menciptakan surplus baru tahun depan.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun 0,88 poin ke level US $ 56,35 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, Brent untuk kontrak Januari turun 1,22 poin dan ditutup di posisi US$61,74 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Minyak mentah patokan global diperdagangkan pada premium US$5,36 premium untuk WTI kontrak bulan yang sama.

Lokasi A.S. untuk pertemuan Trump-Xi yang telah diusulkan oleh Gedung Putih, termasuk Iowa dan Alaska, telah dikesampingkan, dengan terbukanya kemungkinan lokasi perundingan di Asia dan Eropa.

"Pasar minyak mentah jauh lebih skeptis jika mengenai kesepakatan," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York. Dengan masalah lebih lanjut antara kesepakatan perdagangan AS-China, harga minyak tidak akan naik sekarang, lanjutnya.

 

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Desember 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
6/11/201956,35-0,88 poin
5/11/201957,23+0,89 poin
4/11/201956,54+0,34 poin
Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Januari 2020
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
6/11/201961,74-1,22 poin
5/11/201962,96+0,83 poin
4/11/201962,13+0,44 poin

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top