Optimisme Kesepakatan Perdagangan Bertahan, WTI Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada US$57,17 pada pukul 16.46 waktu setempat setelah ditutup menguat 0,69 poin ke level US$57,23 per barel di New York Mercantile Exchange.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 November 2019  |  07:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah menguat ke level tertinggi dalam enam pekan pada Selasa (5/11/2019) karena investor tetap optimis bahwa AS dan China akan menandatangani kesepakatan perdagangan.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada US$57,17 pada pukul 16.46 waktu setempat setelah ditutup menguat 0,69 poin ke level US$57,23 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak Januari menguat 0,83 poin dan ditutup di posisi US$62,96 di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, harga minyak bertahan setelah American Petroleum Institute melaporkan bahwa stok minyak AS naik 4,26 juta barel pekan lalu

Sementara itu, China sedang meninjau lokasi di AS untuk pertemua Presiden Xi Jinping dengan Presiden Donald Trump untuk menandatangani tahap pertama dari kesepakatan perdagangan.

"AS tampaknya lebih bersedia untuk mencabut tarif yang ada dan fakta bahwa mereka sedang membicarakan hal itu dan ingin menyelesaikan sesuatu untuk kesepakatan fase-1 ini akan menggerakkan harga minyak," kata Josh Graves, analis pasar senior di RJ O 'Brien & Associates.

"Jika semuanya tetap dalam jalurnya dan tidak ada yang berubah sehubungan dengan kesepakatan perdagangan, minat beli di pasar akan terus bertahan," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Minyak mentah masih turun sekitar 14 persen dari puncaknya pada akhir April karena konflik perdagangan Beijing dan Washington telah mengancam prospek pertumbuhan permintaan.

Selain itu, OPEC memangkas estimasi untuk jumlah output minyak di tahun-tahun mendatang dan memproyeksikan bahwa pangsa pasar dunia akan menyusut hingga pertengahan dekade berikutnya di tengah banjir pasokan minyak shale AS.

China berusaha untuk membuat AS mencabut embali tarif impor sebelum Presiden Xi setuju untuk menandatangani kesepakatan perdagangan parsial. Para perunding meminta pemerintahan Trump untuk menghapuskan tarif terhadap sekitar US$110 miliar barang diberlakukan pada bulan September dan menurunkan tarif 25 persen terhadap barang impor senilai US$250 miliar yang dimulai tahun lalu.

Sementara itu, API juga melaporkan bahwa stok di Cushing, Oklahoma, naik 1,25 juta barel sementara persediaan bensin dan minyak sulingan turun 5,82 juta barel. Peningkatan pasokan di Cushing akan menjadi peningkatan kelima berturut-turut, jika data EIA mengonfirmasinya.

 

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Desember 2019

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

5/11/2019

57,23

+0,89 poin

4/11/2019

56,54

+0,34 poin

1/11/2019

56,20

+2,02 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Januari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

5/11/2019

62,96

+0,83 poin

4/11/2019

62,13

+0,44 poin

1/11/2019

61,69

+1,46 poin

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top