Hotel Mandarine Regency (HOME) Akan Kucurkan Modal ke Tisarana Inti Semesta

Dana hasil penawaran umum akan diubah penggunaannya menjadi penyertaan modal kepada PT Tisarana Inti Semesta, modal kerja, dan renovasi hotel.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  12:22 WIB
Hotel Mandarine Regency (HOME) Akan Kucurkan Modal ke Tisarana Inti Semesta
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA--PT Hotel Mandarine Regency Tbk. akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan mengenai rencana perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum saham.

Dalam keterbukaan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada Selasa (22/10/2019), Presiden Direktur Hotel Mandarine Regency Roger Morrison menyatakan perseroan berencana mengubah penggunaan dana hasil penawaran umum dari semula untuk modal kerja menjadi penyertaan modal kepada PT Tisarana Inti Semesta, modal kerja, dan renovasi hotel.

"Rencana perubahan penggunaan dana tersebut akan dilakukan permintaan persetujuan pada pemegang saham melalui RUPSLB pada 14 November 2019," ujarnya.

Roger menjelaskan perseroan melakukan penyertaan saham kepada Tisarana Inti Semesta dengan tujuan ke depannya akan mengembangkan proyek properti dengan konsep land banking, yaitu penyediaan lahan dengan pembangunan yang direncanakan jauh ke depan.

Dengan demikian, diharapkan tanah sebagai komponen basic cost pengembangan proyek dapat diperoleh dengan efisien, sehingga menjadi layak untuk dibangun proyek-proyek perseroan.

Emiten dengan kode saham HOME ini juga berharap dengan konsep land banking ini properti milik perseroan akan mempunyai nilai tambah yang signifikan.

"Alasan perseroan menerapkan konsep land banking pada penyertaan saham pada Tisarana Inti Semesta antara lain tersedianya lahan untuk pembangunan sehingga rencana tidak terhambat, efisiensi ditinjau dari penghematan dalam proses pembebasan lahan, dapat mengendalikan mekanisme pasar tanah yang menjamin efisiensi dan rasionalitas harga tanah, serta efisiensi dan menjamin nilai tanah yang wajar," jelasnya.

Terkait renovasi bangunan hotel, Roger menyampaikan perseroan berencana melakukan renovasi pada hotel yang dimiliki di Pulau Batam secara bertahap dari dana hasil Penawaran Umum Terbatas II, di mana hotel tersebut telah berhenti beroperasi sejak Agustus 2018.

HOME juga akan menggunakan sebagian dana hasil Penawaran Umum Terbatas II untuk keperluan modal kerja perseroan.

Sebagai informasi, perseroan pada Juni lalu melakukan Penawaran Umum Terbatas II kepada para pemegang saham, perseroan dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 19,94 miliar saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100.

HMETD ini diperdagangkan di BEI mulai 14 Juni 2019 hingga 27 Juni 2019. Dalam public expose yang diselenggarakan pada 4 Juli 2019 disebutkan sampai tanggal penutupan perseroan memperoleh hasil PUT II senilai Rp609 miliar atau 30,55% dari yang ditargetkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt hotel mandarine regency tbk

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top