Digibank DBS Ikut Jual ORI016

Managing Director Head of Digital Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto mengatakan bahwa komitmen bank untuk mewujudkan intelligent way of banking dengan menjadi solusi perbankan digital yang lengkap, terpadu, mudah, praktis, dan tanpa hambatan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 06 Oktober 2019  |  18:19 WIB
Digibank DBS Ikut Jual ORI016
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Digibank DBS memperkaya ragam produk dengan menjadi mitra distribusi Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI016. Hal ini merupakan bagian dari fokus DBS dalam bertransformasi secara digital dan mendefinisikan masa depan perbankan.

Managing Director Head of Digital Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto mengatakan bahwa komitmen bank untuk mewujudkan intelligent way of banking dengan menjadi solusi perbankan digital yang lengkap, terpadu, mudah, praktis, dan tanpa hambatan.

“Selain itu, kami juga ingin mendorong nasabah khususnya generasi milenial untuk dapat mandiri secara keuangan dengan berinvestasi ORI,” kata Leonardo dalam keterangan pers, Minggu (6/10/2019).

Dia melanjutkan bahwa Nasabah yang ingin berinvestasi ORI hanya perlu untuk membuat Single Investor Identification (SID) dengan mengisi data diri melalui digibank by DBS. Konfirmasi nomor SID akan dikirim melalui surel dalam satu hari kerja.

Setelah menerima konfirmasi nomor SID, nasabah dapat melakukan registrasi e-SBN dan melanjutkan pemesanan. Pembayaran dilakukan dengan menggunakan dana yang terdapat di rekening digibank savings.

Adapun ORI merupakan satu dari sepuluh surat berharga negara untuk investor ritel (SBN Ritel) yang ditawarkan pada tanggal 2-24 Oktober 2019. ORI dijamin langsung oleh pemerintahdengan kupon 6,8% (p.a) yang dibayarkan di tanggal yang sama tiap bulannya. Nasabah dapat mulai berinvestasi ORI mulai dari Rp1 juta dan kelipatannya hingga maksimum sebesar Rp3 miliar.

Selain itu berbeda dengan SBN lainnya, ORI memiliki karakteristik dapat diperjualbelikan dengan mengikuti harga di pasar sekunder, setelah pembayaran kupon pertama yaitu pada 15 Desember 2019. Dengan berinvestasi ORI, nasabah tidak hanya mendapat keuntungan dari kupon dan potensi capital gain, tetapi juga turut serta mendukung pembangunan nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dbs, ori, Obligasi Pemerintah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top