Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PROYEKSI IHSG: Indeks Dibayangi Aksi Ambil Untung, Intip Saham Pilihan Analis

Pada perdagangan Senin (21/10/2019),IHSG ditutup naik 7 poin atau 0,11 persen ke level 6.198,98.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  21:08 WIB
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di bawah layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/10/2019) diperkirakan mengalami koreksi akibat aksi ambil untung investor.

Pada perdagangan Senin (21/10/2019),IHSG ditutup naik 7 poin atau 0,11 persen ke level 6.198,98. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.187,36 hingga 6.228,23.

Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan indeks sektor konsumer  0,82% dan agrikultur 0,73%.

Dalam risetnya, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG menguat tipis pada perdagangan Senin (21/10/2019) karena terkerek optimisme investor terhadap pelantikan presiden. Selain itu, IHSG juga menguat menjelang rilis laporan keuangan emiten periode kuartal III/2019.

Kendati demikian, pergerakan IHSG diproyeksi memerah pada perdagangan besok.

Secara teknis, kata Dennies, pergerakan IHSG menunjukkan candlestick yang membentuk doji di sekitar pergerakan rerata di titik resistensi. Pergerakan ini, katanya, mengindikasikan penguatan yang cukup terbatas.

Di sisi lain, indikator stochastic cenderung menyempit sehingga dia memperkirakan akan terdapat aksi ambil untung dalam jangka pendek oleh investor.

Akibatnya, pergerakan IHSG akan berada di titik support yakni 6.181 hingga 6.164. Sementara itu, untuk titik resistan akan berada di kisaran 6.222 hingga 6.246.

“IHSG diprediksi melemah, candlestick membentuk doji di sekitar resistance moving average mengindikasikan rentang penguatan mulai terbatas,” katanya.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar investor mencermati saham beberapa emiten seperti WIKA, ADRO, TLKM, MEDC dan PTBA.



Dalam riset terpisah, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG saat ini masih berada di area konsolidasi.

Menurutnya, kondisi saat ini memungkinkan bagi IHSG melanjutkan penguatan karena titik support yang masih kokoh dan tahan uji sehingga momentum koreksi bisa dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang.

"pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (22/10/2019) berada di kisaran 6.056 hingga 6.241," tulisnya.

Atas proyeksi pergerakan IHSG tersebut, dia menyarankan agar investor mencermati saham beberapa emiten seperti ASII, HMSP, BBNI, BBCA dan JSMR. Selain itu, saham emiten lain seperti KLBF, SRIL, MYOR dan UNVR agar turut menjadi perhatian pada perdagangan Selasa (22/10/2019).

“Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top