Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rencana Akuisisi Tambang ABM Investama (ABMM) Masuk Tahap Final

Dana yang akan dikucurkan PT ABM Investama Tbk. untuk akuisisi tambang diestimasi tidak sampai US$200 juta.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  16:18 WIB
ABM Investama. - Istimewa
ABM Investama. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan, PT ABM Investama Tbk. telah merampungkan proses uji tuntas dalam rangka rencana akusisi tambang batu bara di Kalimantan Timur. Nilai akuisisi itu diperkirakan kurang dari US$200 juta.

Direktur ABM Investama Adrian Sjamsul mengatakan perseroan sudah menyelesaikan proses audit atau due dilligence atas tambang yang akan diakusisi oleh perseroan. Saat ini, emiten berkode saham ABMM itu sedang mengurus perizinan kepada regulator.

"Proses due diligence sudah selesai. Kami sedang finalisasi izin-izin, kontrak dan prosesnya saja agar semua memenuhi aturan yang berjalan," katanya kepada Bisnis pada Kamis (17/10/2019).

Adrian menargetkan tahapan tersebut akan rampung sebelum akhir tahun ini. Dengan begitu, realisasi produksi dapat segera dilaksanakan pada tahun yang sama.

Akan tetapi, Adrian enggan menyebutkan detil biaya akusisi tambang tersebut. Dia hanya menyiratkan biaya akusisi tidak jauh dari alokasi dana yang ditetapkan sebesar US$200 juta. Adapun dana tersebut diperoleh dari fasilitas pinjaman dari sektor perbankan.

"Tidak sampai US$200 juta, nanti akan kami sampaikan detilnya," imbuhnya.

Adrian menambahkan tambang baru tersebut sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh perseroan. Tambang itu berada di Kalimantan Timur dan memiliki cadangan sekitar 100 juta ton hingga 150 juta ton dengan produksi kalori menengah tinggi atau sekitar 5.500 kcal.

Diberitakan Bisnis sebelumnya, ABMM baru saja meneken kontrak pekerjaan dari perseroan tambang batu bara PT Multi Harapan Utama (MHU) untuk pertambangan di Kutai Kertanegara dan Samarinda, Kalimantan Timur. Kontrak tersebut bernilai US$337 juta dengan volume pemindahan material penutup 36 juta bank cubic meter (bcm) per tahun atau 180 juta bcm dalam 5 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten tambang abm investama
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top