Bangun Rumah Sakit, Citra Putra Realty (CLAY) Dapat Pinjaman Rp408,5 Miliar dari BRI

Perseroan akan memperoleh tambahan dana maksimal sesuai dengan fasilitas sebesar Rp408,5 miliar guna pembangunan RS OSO Pontianak.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  17:05 WIB
Bangun Rumah Sakit, Citra Putra Realty (CLAY) Dapat Pinjaman Rp408,5 Miliar dari BRI
Direktur Independen PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) Wenceslao Merino Singzon (dari kiri), Direktur Dodon Tri Koeswardana, Komisaris Utama Raja Sapta Ervian, dan Direktur Utama Yudha Bhakti Kresnianto, disaksikan Direktur BEI I Nyoman Gede Yetna menekan layar sentuh menandai pencatatan perdana saham perseroan, di Jakarta, Jumat (18/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten yang bergerak pada jasa perhotelan PT Citra Putra Realty Tbk. menerima pinjaman dana senilai Rp408,5 miliar. Dana ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan rumah sakit di Pontianak.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada Rabu (9/10/2019), pinjaman berupa kredit investasi tersebut diterima dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dengan jangka waktu 144 bulan atau 12 tahun.

Suku bunga yang ditetapkan untuk pinjaman tersebut sebesar 10,5% per tahun dengan agunan sebidang tanah, bangunan, serta prasarana Rumah Sakit OSO Pontianak.

"Perseroan akan memperoleh tambahan dana maksimal sesuai dengan fasilitas sebesar Rp408,5 miliar guna pembangunan RS OSO Pontianak," tulis manajemen.

Diinformasikan juga bahwa pembayaran biaya administrasi, fee, biaya bunga dan angsuran terkait dengan fasilitas kredit yang diterima perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Perjanjian Pinjaman.

Direktur Keuangan Citra Putra Realty Dodon Tri Koeswardana mengatakan sebelumnya perseroan berencana membangun hotel di Pontianak, tetapi setelah dilakukan kajian lebih dalam industri perhotelan di kota tersebut sudah terlampau ketat.

Selain itu, berdasarkan kajian 40% masyarakat Kalimantan sering berobat ke tiga rumah sakit di Kuching, Malaysia. Maka dengan kesempatan tersebut CLAY memilih membangun rumah sakit untuk mengambil potensi pasien rawat jalan dan inap yang sering ke Malaysia.

“Jadi, atas dasar itu peluang ini mau kita ambil. Industri hotel sudah ketat dan secara bisnis tidak memberikan keuntungan yang optimal. Kami targetkan payback periode untuk lini bisnis ini 9 tahun dan internal rate of return 12% secara flat,” katanya.

Pembangunan rumah sakit, lanjutnya, sudah dimulai dari sekarang dengan pembersihan lahan dan sebagainya. Targetnya lini baru bisnis tersebut akan beroperasi pada 2021 dengan kapasitas mencapai 285 tempat tidur.

CLAY menargetkan dengan lini bisnis baru tersebut ada tambahan pendapatan sebesar 40% untuk gross operating profit. Dodon menjelaskan sementara ini GOP perseroan ditopang oleh dua sumber pendapatan, yaitu 95% hotel di Bali dan 5% hotel di Jakarta.

“Diharapkan dengan adanya rumah sakit ini bisa memberikan kontribusi pendapatan di angka 40%, gross (GOP) ya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top