Waskita Beton Precast (WSBP) Bakal Emisi Obligasi Rp1,5 Triliun

Dana hasil penerbitan obligasi rencananya akan digunakan antara lain untuk modal kerja PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP).
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  08:06 WIB
Waskita Beton Precast (WSBP) Bakal Emisi Obligasi Rp1,5 Triliun
Dari kiri ke kanan, Direktur Pemasaran Agus Wantoro, Direktur Human Capital & Sistem Munib Lusianto, Direktur Utama Jarot Subana, Direktur Keuangan Anton Y Nugroho, dan Direktur Produksi Yudhi Dharmawan usai rapau umum pemegang saham tahunan PT Waskita Beton Precast Tbk. pada Rabu (24/4/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, CILEGON—PT Waskita Beton Precast Tbk. berencana menerbitkan surat utang pada kuartal IV/2019 senilai Rp1,5 triliun yang merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai total Rp2 triliun.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan sebelumnya perseroan telah menghimpun dana senilai Rp500 miliar dari program Obligasi Berkelanjutan I yang dilakukan pada pertengahan tahun lalu. Sisa senilai Rp1,5 triliun rencananya akan ditawarkan pada bulan ini.

“Sudah bookbuilding, penawaran umum Oktober,” ujarnya, Senin (7/10/2019).

Penerbitan obligasi tersebut rencananya akan digunakan antara lain untuk modal kerja perseroan. Sebagai informasi, Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap I Tahun 2019 membukukan oversubscribed atau kelebihan permintaan hinga 2,18 kali.

WSBP melaporkan jumlah permintaan yang masuk mencapai Rp1,09 triliun. Nilai itu setara 2,18 kali dari jumlah yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp500 miliar.

Hasil penerbitan obligasi ini digunakan untuk modal kerja perseroan sebanyak 40% untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek eksisting. Sisanya, sebesar 60% untuk investasi pembangunan pabrik salah satunya di Kalimantan.

Terkait dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER), Jarot menyatakan saat ini masih aman atau di bawah 1 kali. Perseroan memiliki utang, tetapi masih terkendali. Saat ini, posisi utang WSBP berada di level Rp4 triliun.

“Piutang kami di induk, baik yang reguler maupun turnkey masih ada, jadi tidak ada masalah. Utang kami posisi Rp4 triliun, dibagi dengan ekuitas DER sekitar 0,7,” jelasnya.

Adapun, untuk tahun depan perseroan menargetkan nilai kontrak baru sekitar Rp11 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini yang berada di angka Rp10,3 triliun. Jarot juga menyebutkan untuk target laba 2020 sekitar Rp1 triliun.

“Angka ini belum fix ya, NKB sekitar Rp11 triliun dan laba dengan kepala Rp1 triliun,” katanya.

Pada 2019, Waskita Beton Precast mengincar pendapatan Rp9,4 triliun. Sementara itu, laba bersih yang dibidik senilai Rp1,3 triliun.

Sepanjang semester I/2019, Waskita Beton Precast mengantongi pendapatan Rp3,82 triliun. Posisi itu turun tipis 0,61% dari Rp3,84 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dari situ, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp376,73 miliar per 30 Juni 2019. Posisi itu turun dari Rp690,68 miliar pada semester I/2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
waskita beton precast

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top