Investor Tunggu Data NFP AS, Pasar Global Variatif

Bursa Eropa menguat sedangkan indeks futures Amerika Serikat (AS) melayang lebih rendah pada perdagangan hari ini, Jumat (4/10/2019), saat investor menantikan rilis data pekerjaan untuk memperoleh petunjuk soal kebijakan suku bunga AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  16:05 WIB
Investor Tunggu Data NFP AS, Pasar Global Variatif
Bursa Asia MSCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa menguat sedangkan indeks futures Amerika Serikat (AS) melayang lebih rendah pada perdagangan hari ini, Jumat (4/10/2019), saat investor menantikan rilis data pekerjaan untuk memperoleh petunjuk soal kebijakan suku bunga AS.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,2 persen dan indeks MSCI Emerging Market naik 0,1 persen pada pukul 08.10 pagi waktu London (pukul 14.10 WIB). Sebaliknya, indeks S&P 500 turun 0,1 persen.

Di pasar mata uang, Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1 persen, nilai tukar yen Jepang menguat 0,1 persen ke level 106,79 per dolar AS, sementara nilai tukar euro terhadap dolar AS naik 0,1 persen ke level US$1,0972.

Dilansir dari Bloomberg, indeks futures S&P 500 turun menjelang rilis laporan pekerjaan bulanan di AS pada Jumat (4/1), setelah rilis serangkaian data aktivitas perekonomian yang mengecewakan pekan ini.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP yang dirilis pada Rabu menunjukkan pertumbuhan payroll swasta pada bulan Agustus tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Dalam laporannya, ADP menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan telah menjadi lebih berhati-hati dalam hal perekrutan.

Data ini memperkuat kekhawatiran yang dipicu pada Selasa (1/10) ketika sebuah laporan menunjukkan aktivitas manufaktur AS berkontraksi ke level terendah dalam lebih dari satu dekade.

Kemudian pada Kamis (3/10), survei dari Institute for Supply Management (ISM) AS menunjukkan indeks aktivitas non-manufaktur turun menjadi 52,6 pada September, terendah sejak Agustus 2016, dan jauh di bawah ekspektasi sebesar 55,1 dan turun dari level 56,4 pada Agustus 2019.

Rangkaian data tersebut menambah tantangan ekonomi global yang sudah bergulat dengan risiko politik dan ketegangan perdagangan, sekaligus memperkuat ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentral AS Federal Reserve guna menyokong ekonomi.

Bursa saham di Jepang dan Australia ditutup di posisi lebih tinggi, sementara bursa saham Hong Kong melemah di tengah berlanjutnya aksi protes di kota itu.

Kepala analis Sumitomo Mitsui Bank, Daisuke Uno, mengatakan serangkaian data tersebut tidak menjadi pertanda baik untuk data tenaga AS yang akan dirilis pada Jumat. Ia mencatat komponen ketenagakerjaan di ISM telah memiliki korelasi yang erat dengan data tenaga kerja.

"Masuk akal untuk berpikir jika angka non-farm payroll tidak akan berada di sisi yang mengecewakan," ujar Uno.

Estimasi median dari ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan angka non-farm payroll (NF) akan meningkat sebesar 145.000 pada bulan September.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa saham

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top