Saham Apple dan Microsoft Naik, Wall Street Terkerek

Penguatan saham Apple dan Microsoft berhasil mengerek tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan bulan September, Senin (30/9/2019), di zona hijau.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  06:57 WIB
Saham Apple dan Microsoft Naik, Wall Street Terkerek
Tanda Wall St. terlihat di distrik keuangan New York - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan saham Apple dan Microsoft berhasil mengerek tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan bulan September, Senin (30/9/2019), di zona hijau.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,50 persen di level 2.976,73, indeks Nasdaq Composite menanjak 0,75 persen ke level 7.999,34, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,36 persen di posisi 26.916,83.

Saham Apple naik 2,4 persen setelah CEO Apple Tim Cook mengungkapkan kepada surat kabar Jerman bahwa penjualan iPhone terbaru perusahaan dimulai dengan awal yang kuat.

Menambah faktor penguat saham Apple, JP Morgan menaikkan proyeksinya untuk volume pengiriman produsen iPhone ini. Apple sendiri tengah berjuang untuk memulihkan penjualan iPhone di tengah lesunya permintaan global untuk smartphone.

Selain penguatan saham Apple, kenaikan sebesar 0,9 persen pada saham Microsoft Corp. turut membantu menopang indeks teknologi S&P 500 naik 1 persen sekaligus memimpin pergerakan di antara sektor lainnya.

Sentimen di Wall Street mendapat dorongan tambahan setelah penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menampik pemberitaan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk delisting perusahaan-perusahaan China dari bursa saham AS. Kabar ini disebutnya sebagai "berita palsu".

Kekhawatiran terkait laporan tersebut telah berkontribusi atas turunnya indeks S&P 500 dan Nasdaq ke level terendah lebih dari tiga pekan pada Jumat (27/9/2019).

“Gagasan menggunakan berbagai jenis pengungkit yang berdampak pada negosiasi perdagangan adalah sesuatu yang akan membuat kita terbiasa,” terang Phil Blancato, kepala eksekutif Ladenburg Thalmann Asset Management di New York.

Menyusul komentar Navarro, saham perusahaan China yang terdaftar di AS yakni Alibaba Group Holding Ltd. dan Baidu Inc. masing-masing menguat 0,8 persen dan 1,5 persen.

Investor kini menantikan putaran baru perundingan perdagangan kedua negara yang akan digelar Oktober.

Terlepas dari kenaikan yang mampu dibukukan, Wall Street mengakhiri September dengan kinerja kuartalan terlesu sepanjang tahun ini, lantaran sejumlah faktor termasuk meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China, inversi kurva imbal hasil AS, dan gejolak politik di Washington.

Sepanjang September, indeks S&P 500 menguat 1,7 persen, Dow Jones bertambah 2,1 persen, dan Nasdaq naik 0,5 persen. Untuk kuartal ketiga, S&P 500 dan Dow Jones naik 1,2 persen masing-masing, sedangkan Nasdaq turun 0,1 persen.

Pergerakan Bursa Wall Street 30 September

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

26.916,83

+0,36

S&P 500

2.976,73

+0,50

Nasdaq

7.999,34

+0,75

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top