Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Karet Dikepung Sentimen Negatif

Data Bloomberg menunjukkan, harga karet alam kontrak pengiriman Maret 2020 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) menguat tipis 0,31% atau 0,50 poin ke posisi 161,00 yen per kilogram.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 30 September 2019  |  18:16 WIB
Warga menyadap getah karet di Desa Balai Rajo, VII Koto Ilir, Tebo, Jambi, Selasa (23/4/2019). Harga jual getah di pasar lelang karet desa setempat naik dari Rp.8.500 per kilogram pada bulan lalu menjadi Rp.9.600 dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan
Warga menyadap getah karet di Desa Balai Rajo, VII Koto Ilir, Tebo, Jambi, Selasa (23/4/2019). Harga jual getah di pasar lelang karet desa setempat naik dari Rp.8.500 per kilogram pada bulan lalu menjadi Rp.9.600 dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet alam global tertekan oleh berita bahwa pembeli utama China telah berhenti berbisnis dan ketegangan perdagangan AS – China terus membara.

Data Bloomberg menunjukkan, harga karet alam kontrak pengiriman Maret 2020 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) menguat tipis 0,31% atau 0,50 poin ke posisi 161,00 yen per kilogram, pukul 16:40 WIB, setelah dibuka melemah 0,25% atau 0,40 poin ke posisi 160,10 yen per kilogram.

Namun, pada Jumat (27/9), harga karet ditutup anjlok 2,89% atau 4,80 poin ke posisi 161,50 yen per kilogram.

Menurut seorang sumber, harga komoditas pertanian itu turun karena Chongqing General Trading Chemical menghentikan perdagangan karet fisik. Perusahaan meminta pemasok karet mereka untuk mengakhiri pengiriman semua kontrak yang belum selesai.

Gu Jiong, analis di broker Yutaka Shoji, mengatakan bahwa laporan tersebut telah merusak sentimen pasar dan menambah kekhawatiran permintaan manufaktur untuk karet di negara itu akan lemah tahun ini.

“Karet berjangka memiliki ruang untuk turun lebih jauh dari level saat ini,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (30/9/2019).

Sementara itu, menurut Naohiro Niimura, mitra di Market Risk Advisory di Tokyo, laporan bahwa AS dapat mengatur listing perusahaan China di bursa mendorong harga ekuitas lebih rendah, dan menekan harga karet.

Ho Kheng Ann, manajer komoditas di Phillip Futures, mengatakan harga karet melemah sejalan dengan pelemahan permintaan untuk ban. “Persediaan karet yang tinggi dan situasi politik yang tak menentu juga telah membatasi pemulihan harga karet,” katanya.

Dia menambahkan prospek pelemahan ekonomi global yang berlanjut juga terus menekan harga karet.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga karet
Editor : Ana Noviani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top