Kurs Tengah Melemah 35 Poin, Mata Uang Asia Bergerak Tipis

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (27/9/2019) di level Rp14.197 per dolar AS, melemah 35 poin atau 0,24 persen dari posisi Rp14.162 pada Kamis (26/9/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 September 2019  |  11:37 WIB
Kurs Tengah Melemah 35 Poin, Mata Uang Asia Bergerak Tipis
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (27/9/2019) di level Rp14.197 per dolar AS, melemah 35 poin atau 0,24 persen dari posisi Rp14.162 pada Kamis (26/9/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.268 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.126 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp14.195 per dolar AS pada pukul 11.05 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (26/9), rupiah berakhir di level 14.165 per dolar AS dengan depresiasi 0,09 persen atau 13 poin, pelemahan hari keempat.

Mata uang Garuda mulai melanjutkan pelemahannya pagi ini, Jumat (27/9), dengan dibuka terdepresiasi 23 poin atau 0,16 persen di level 14.188. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.188-Rp14.198 per dolar AS.

Bersama rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas melemah pagi ini, dipimpin won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,24 persen terhadap dolar AS pukul 11.11 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Won Korea Selatan

1.201,70

-0,24

Rupiah

14.195

-0,21

Yuan Offshore China

7,1291

-0,06

Dolar Hong Kong

7,8408

-0,03

Yuan Onshore China

7,1348

-0,03

Dolar Singapura

1,3822

-0,03

Ringgit Malaysia

4,1945

-0,01

Rupee India

70,8875

-0,01

Peso Filipina

52,056

+0,22

Yen Jepang

107,69

+0,13

Baht Thailand

30,615

+0,07

Dolar Taiwan

31,033

+0

 Dilansir dari Bloomberg, mayoritas mata uang di Asia melemah tipis di tengah berkurangnya minat investor terhadap aset berisiko. Drama politik yang tengah berlangsung di AS menambah kekhawatiran tentang perang perdagangan dan perlambatan pertumbuhan global.

Bursa saham di kawasan ini pun melemah, sedangkan kinerja obligasi beragam. Bursa Asia bergerak menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut setelah rilis laporan (whistleblower) tentang Presiden AS Donald Trump meningkatkan ketidakpastian tentang ekonomi global, yang telah terbebani dampak perang perdagangan AS-China.

Laporan yang dirilis menuding Trump tidak hanya menyalahgunakan jabatannya dalam upaya untuk meminta campur tangan pihak asing atas pemilihan presiden (pilpres) AS 2020.

Gedung Putih juga dituduh mencoba "mengunci" bukti tentang perilaku itu. Laporan ini dipandang sebagai pusat penyelidikan impeachment (pemakzulan) oleh kubu Demokrat di Kongres AS. Isu tentang dorongan impeachment tersebut telah menambah volatilitas pasar baru-baru ini.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik 0,016 poin atau 0,02 persen ke level 99,148 pada pukul 11.01 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka di level 99,183, setelah ditutup menguat 0,1 persen atau 0,095 poin di posisi 99,132 pada Kamis (26/9), penguatan hari kedua.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

27 September

14.197

26 September

14.162

25 September

14.134

24 September

14.099

23 September

14.077

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, kurs tengah bi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top