Pidato Presiden Trump di PBB Bikin Harga Minyak Jatuh

Harga minyak mentah WTI turun 0,65 persen, sedangkan Brent melemah 0,73 persen.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 25 September 2019  |  09:31 WIB
Pidato Presiden Trump di PBB Bikin Harga Minyak Jatuh
Tangki minyak Aramco terlihat di fasilitas produksi di ladang minyak Saudi Aramco di Shaybah, Arab Saudi 22 Mei 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak jatuh pada Rabu (25/9/2019), setelah pidato Presiden AS Donald Trump di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menambah ketidakpastian prospek pertumbuhan ekonomi global yang menopang permintaan energi.

Dalam pidato di PBB, Trump mengecam China dan menuduh Iran memiliki perilaku yang mengancam.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga Rabu (25/9) pukul 08.43 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,65 persen atau 0,37 poin ke posisi US$56,92 per barel, sedangkan harga minyak Brent melemah 0,73 persen atau 0,46 poin ke posisi US$62,64 per barel.

Sementara itu, para pedagang secara cermat mengikuti progres Arab Saudi dalam memulihkan instalasi minyak mentah mereka, yang dilumpuhkan oleh serangan udara lebih dari sepekan lalu.

Produsen minyak Saudi Aramco menyatakan sebagian besar kapasitas yang terganggu akan beroperasi pada akhir bulan ini. Namun, hal itu menuai kritikan para pengamat karena dinilai terlalu ambisius.

 “Terlalu optimistis,” kata Joe McMonigle, analis di Hedgeye Risk Management, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (25/9).

Dia memperkirakan Arab Saudi tidak akan mampu memenuhi produksi minyak secara penuh, paling cepat sampai akhir 2019. Pada pekan lalu, minyak berada di bawah tekanan di tengah tanda-tanda bahwa Arab Saudi membuat kemajuan yang cepat dalam memulihkan produksi. 

Sentimen negatif bertambah dari Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde yang mengindikasikan bahwa ketegangan perang dagang masih menjadi ancaman utama pertumbuhan ekonomi global.

Terlepas dari hambatan besar, kontrak berjangka Brent yang diperdagangkan di London menuju kenaikan bulanan terbesar sejak April 2019. Sementara itu, patokan AS ditetapkan untuk kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2019.

Di AS, menurut survei Bloomberg, stok minyak mentah kemungkinan turun 600.000 barel pada pekan lalu. Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan merilis penghitungan stok mingguan pada Rabu (25/9) waktu setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, Donald Trump

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top