Bentuk Usaha Training, GMF AeroAsia Sasar Pelanggan Maskapai Non-Afiliasi

Adapun, pada 12 September 2019, emiten berkode saham GMFI tersebut membentuk usaha joint venture bersama dengan PT Citilink Indonesia dengan kepemilikan saham 20 persen dibandingkan dengan 80 persen.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 17 September 2019  |  16:57 WIB
Bentuk Usaha Training, GMF AeroAsia Sasar Pelanggan Maskapai Non-Afiliasi
Suasana Hanggar 2 milik GMF AeroAsia, Senin (26/8/2019). - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan yang bergerak pada bisnis jasa perawatan pesawat, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. membentuk anak usaha patungan atau joint venture dalam bisnis training aviasi. Dengan bisnis tersebut, perseroan menyasar pelanggan dari maskapai di luar Garuda Indonesia Group.

Adapun, pada 12 September 2019, emiten berkode saham GMFI tersebut membentuk usaha joint venture bersama dengan PT Citilink Indonesia dengan kepemilikan saham 20 persen dibandingkan dengan 80 persen.

Sekretaris Perusahaan Garuda Maintenance Facility Maryati menjelaskan bahwa usaha gabungan tersebut memiliki potensi yang sangat besar, karena training tidak hanya untuk teknisi atau MRO (maintenance, repair, and overhaul), tapi untuk pelatihan dunia aviasi, hingga manajerial atau leadership training.

“Tentunya karena ini dibuat berdasarkan demand yang ada dan training-training ini mostly adalah mandatory training,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (16/9/2019).

Lebih jauh, dia mengungkapkan bahwa bisnis JV tersebut merupakan penggabungan antara bisnis training MRO di GMFI serta training aviasi dan nonaviasi di Garuda Indonesia Group. Dengan demikian, usaha JV tersebut sudah memiliki pangsa pasar dan pelanggan.

Maryati mengatakan bahwa pelanggan jasa pelatihan tersebut selain dari Garuda Indonesia Grup, banyak maskapai, MRO, dan institusi lain yang belum mencoba jasa pelatihan yang diberikan perseroan, sehingga dia mengklaim banyak yang tertarik menggunakan jasa itu.

“Pemberian imbal hasil melalui pembagian dividen, sesuai komposisi kepemilikan sahamnya. Masih belum besar karena ditargetkan baru beroperasi pada kuartal IV 2019,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, pada tahun ini perseroan telah membentuk beberapa anak usaha, sebelumnya perseroan membentuk dua anak usaha baru. anak usaha baru yaitu PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) dan PT Garuda Energi Logistik & Komersial (GELK).

Kedua anak usaha tersebut merupakan pengembangan dari diferensiasi usaha yang nantinya akan mendukung kegiatan usaha utama GMF yaitu bisnis perawatan pesawat dan juga Garuda Indonesia Group.

GDPS yang resmi berdiri pada tanggal 25 Januari 2019 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan sumber daya manusia untuk industri aviasi. Perusahaan patungan antara GMF dengan Koperasi Karyawan GMF AeroAsia (Kopkar GMF) ini menyasar tingginya kebutuhan SDM berkualifikasi tinggi dalam industri aviasi seperti jasa perawatan pesawat, layanan darat dan keamanan penerbangan.

Sementara itu, PT Garuda Energi Logistik Komersial (GELK), merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan suku cadang dan mesin pesawat udara, sewa guna usaha suku cadang dan mesin pesawat udara, perdagangan umum, penyediaan energi listrik, distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta pengelolaan limbah.

Baru-baru ini, Batam Aero Technic (BAT) dan GMFI membentuk usaha JV pada pembangunan hanggar Tahap ke III di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, keduanya berencana membangun delapan unit hanggar yang dapat menampung 24 pesawat Boeing 737 dan Airbus 320.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gmf aeroasia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top