OPEC Desak Anggota Patuhi Pemangkasan Output, Minyak Mentah Melemah

Minyak mentah melemah setelah OPEC dan sekutunya mendesak para anggotanya untuk mematuhi pemotongan produksi yang dijanjikan dan Badan Energi Internasional menyoroti kesulitan yang dihadapi kelompok itu dalam menyeimbangkan pasar.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 September 2019  |  06:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Minyak mentah melemah setelah OPEC dan sekutunya mendesak para anggotanya untuk mematuhi pemotongan produksi yang dijanjikan dan Badan Energi Internasional menyoroti kesulitan yang dihadapi kelompok itu dalam menyeimbangkan pasar.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober turun 0,66 poin ke level US$55,09 per barel di New York Mercantile Exchange pada akhir perdagangan kamis (12/9/2019).

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak November turun 0,43 poin ke level US$60,38 per barel di ICE Futures Europe Exchange, dan diperdagangkan pada premium US$5,33 premium untuk WTI di bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak membahas pendalaman pembatasan pasokan yang disepakati pada pertemuan di Abu Dhabi, namun menekan anggota untuk menerapkan pemotongan yang dijanjikan.

Sementara itu, International Energy Administratoin (IEA) mengatakan OPEC tengah menghadapi tekanan karena pasokan dari kompetitor di AS meningkat.

"Ada harapan bahwa OPEC akan mengumumkan sesuatu hari ini mengenai pemotongan lebih dalam yang dapat meyakinkan pasar,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group Inc., seperti dikutip Bloomberg.

“Tetapi OPEC tersebut mungkin menunda keputusan tentang pembatasan pasokan lebih lanjut karena ketidakpastian seputar ketegangan AS-Iran,” lanjutnya.

Harga sebelumnya memiliki kenaikan singkat di tengah berita bahwa pejabat administrasi Trump sedang mempertimbangkan perjanjian perdagangan sementara dengan China tetapi pejabat Gedung Putih membantah laporan itu, menurut CNBC.

Minyak telah turun lebih dari 16 persen dari puncaknya di bulan April karena ketegangan perdagangan AS-China yang berkepanjangan telah merusak prospek permintaan global.

Laporan IEA pada hari Kamis menyoroti skala tantangan yang dihadapi produsen karena pasokan diperkirakan akan meningkat di sejumlah negara produsen, termasuk AS yang bukan bagian dari perjanjian OPEC+.

OPEC dan sekutunya pada hari Kamis menanggapi kekhawatiran yang berkembang bahwa perlambatan ekonomi dapat mendorong pasar minyak kembali ke surplus dengan menekan semua anggota untuk mengurangi output.

Menteri Perminyakan Oman Mohammed Al Rumhy mengatakan kepada wartawan bahwa OPEC diperkirakan dapat meninjau kembali penurunan pembatasan produksi pada bulan Desember.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Oktober 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan

12/9/2019

55,09

-0,66 poin

11/9/2019

55,75

-1,65 poin

10/9/2019

57,40

-0,45 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak November 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan

12/9/2019

60,38

-0,43 poin

11/9/2019

60,81

-1,57 poin

10/9/2019

62,38

-0,21 poin

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top