Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Disebut Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi Iran, Minyak Mentah Melemah

Minyak mentah melemah ke level terendah satu pekan setelah Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran yang menekan kemampuan anggota OPEC tersebut untuk mengekspor minyak mentah.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 September 2019  |  07:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Minyak mentah melemah ke level terendah satu pekan setelah Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran yang menekan kemampuan anggota OPEC tersebut untuk mengekspor minyak mentah.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober ditutup turun 1,65 poin ke level US$55,75 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (11/9/2019), penutupan terendah sejak 3 September.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak November turun 1,57 poin ke level US$60,81 di ICE Futures Europe Exchange. Minyak global diperdagangkan lebih tinggi US$5,14 dibanding WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, Trump sedang bersiap untuk bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani akhir bulan ini. Pembicaraan ini belum pernah terjadi sebelumnya untuk pemerintahan yang menjadikan upaya isolasi Iran sebagai landasan kebijakan.

Gesekan di dalam Gedung Putih mengguncang pasar minyak untuk hari kedua berturut-turut karena bentrokan kebijakan luar negeri berubah menjadi pandangan publik dan presiden mengisyaratkan kemungkinan pemulihan hubungan dengan Iran.

"Pasar minyak mentah akan sangat sensitif terhadap perubahan pada hubungan AS-Iran," kata Brian Kessens, manajer portofolio di Tortoise, seperti dikutip Bloomberg. "Jika hubungan membaik, akan ada lebih banyak minyak mentah Iran untuk pasar."

Secara terpisah, stok bahan bakar diesel meningkat 2,7 juta barel pekan lalu, mengejutkan para analis yang memperkirakan adanya penurunan. Minyak mentah telah terkunci dalam kisaran sempit bulan lalu karena melambatnya pertumbuhan permintaan yang bersaing dengan ancaman pasokan geopolitik. Sejak akhir April, minyak mentah telah jatuh 16 persen.

Sementara itu, setiap pelonggaran sanksi Iran dapat menekan produsen AS yang telah membanjiri pasar internasional dengan minyak mentah.

"Banyak minyak mentah Iran akan kembali ke pasar dalam satu atau dua bulan ke depan," menurut Leo Mariani, analis di KeyBanc Capital Markets.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Oktober 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
11/9/201955,75-1,65 poin
10/9/201957,40-0,45 poin
9/9/201957,85+1,33 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak November 2019
TanggalHarga (US$/barel)Perubahan
11/9/201960,81-1,57 poin
10/9/201962,38-0,21 poin
9/9/201962,59+1,05 poin

 

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah wti
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top