Urban Jakarta Propertindo (URBN) Kantongi 90% Target Pendapatan

Pada periode Januari-Juni 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. (URBN) membukukan laba bersih Rp57,2 miliar naik 226 persen dari posisi Rp17,5 miliar tahun lalu.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 05 September 2019  |  16:14 WIB
Urban Jakarta Propertindo (URBN) Kantongi 90% Target Pendapatan
Manajemen PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. seusai menggelar RUPSLB, Kamis (5/9/2019). - Bisnis/Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. (URBN) membukukan pendapatan Rp224,27 miliar pada semester I/2019 setara dengan 90% dari total target setahun.

Pada periode yang sama tahun lalu, emiten berkode saham URBN itu hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp52,03 miliar. Dengan demikian, capaian pendapatan sepanjang semester I/2019 naik 331% secara year-on-year.

Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta Propertindo Tri Rachman Batara mengatakan lonjakan pendapatan lebih dari tiga kali lipat itu seluruhnya disumbang oleh penjualan apartemen.

“Penjualan apartemen sampai Juni 2019 disumbang oleh penjualan kepada pihak ketiga 99,7% dan sisanya penjualan kepada pihak berelasi,” kata Batara, Kamis (5/9/2019).

Penjualan yang melebihi 10 persen dari total pendapatan di semester I yaitu atas penjualan apartemen Urban Sky kepada Wijaya Karya Realty senilai Rp203,14 miliar. Batara menyatakan pendapatan pada semester I tahun ini berasal dari penjualan unit apartemen di Proyek Gateway Park, Urban Signature Ciracas dan Urban Sky.

“Nilai [penjualan] itu setara dengan 90,6% dari total penjualan kami tahun ini,” ungkapnya.

Naiknya pendapatan ikut mendorong laba bersih perseroan. Pada periode Januari-Juni 2019, kata Batara, URBN membukukan laba bersih Rp57,2 miliar naik 226 persen dari posisi Rp17,5 miliar tahun lalu.

Adapun nilai aset perusahaan pada Juni 2019 naik 8% menjadi Rp1,75 triliun, liabilitas naik tipis 1,8% jadi Rp551 miliar serta ekuitas bertambah 11,37% menjadi Rp1,2 triliun.

Direktur Urban Jakarta Propertindo Thomas Go mengatakan dengan penurunan suku bunga dari pemerintah dan selesainya pemilu akan membuat iklim industri properti semakin baik. Dengan begitu target pendapatan sebesar Rp300 miliar tahun ini dapat terpenuhi.

“Kami akan genjot penjualan untuk Urban Sky pada semester II ini dan Urban Signature. Pembeli kami pun 60% adalah end user bukan spekulan sehingga nilai investasi lebih baik,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, emiten properti

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top