Pendapatan Urban Jakarta Melonjak 195,49 Persen, Dipicu Penjualan Apartemen

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN), mencetak pendapatan sebesar Rp117,9 miliar pada kuartal I/2019.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 16 Juni 2019  |  22:40 WIB
Pendapatan Urban Jakarta Melonjak 195,49 Persen, Dipicu Penjualan Apartemen
Progres pembangunan apartemen Urban Sky di Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, pada Mei 2019. - UrbanJakarta.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN), mencetak pendapatan sebesar Rp117,9 miliar pada kuartal I/2019.

Jumlah tersebut meningkat siginifikan 195,49 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp39,9 miliar.

Direktur URBN Tri Rachman Batara menyatakan kinerja pendapatan perseroan pada kuartal I/2019 seluruhnya ditopang oleh penjualan apartemen yang melesat 655 persen setara dengan Rp117,9 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp15,6 miliar.

Pengembang properti yang menyediakan produk-produk hunian yang terintegrasi dengan transportasi masal (transit oriented development/TOD) itu pada 3 bulan pertama tahun ini tidak menjual lahan sama sekali, sementara pada periode yang sama tahun lalu perseroan meraup Rp24,3 miliar dari segmen tersebut.

Batara menambahkan bahwa pendapatan terbesar diperoleh dari pengakuan penjualan apartemen Urban Sky di Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, senilai Rp104,1 miliar yang menyumbang 88 persen dari total pendapatan perseroan di kuartal I 2019.

“Dengan capaian kinerja keuangan di kuartal I, kami optimistis bisa mencapai target pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun 2019 dan tahun-tahun selanjutnya,” kata Batara dalam siaran resmi Minggu (16/6/2019) malam.

Seiring kenaikan pendapatan, perseroan juga mencatatkan kenaikan beban pokok dari sebelumnya Rp17,1 miliar di kuartal I 2018 menjadi Rp85,8 miliar pada kuartal I 2019.

Perseroan membukukan laba bruto Rp32,1 miliar pada kuartal I 2019 dan laba bersih Rp30,1 miliar atau meningkat 81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Batara menambahkan jumlah aset perusahaan pada kuartal I/2019 meningkat 9% menjadi Rp1,8 triliun dibandingkan dengan Rp1,6 triliun per Desember 2018.

Jumlah liabilitas atau kewajiban perusahaan naik 19% menjadi Rp649,3 miliar dibandingkan dengan Rp541,3 miliar per Desember 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, apartemen, transit oriented development

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top